Belum Setahun, Bank BUMN Berkali-kali RUPS Bongkar Direksi

Market - Redaksi, CNBC Indonesia
12 February 2020 12:37
Jakarta, CNBC Indonesia - Perombakan jajaran direksi dan komisaris di empat bank pelat merah terus jadi perhatian. Bongkar pasang para pejabat bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini seolah-olah belum berhenti sejak pertengahan tahun lalu.

Di era Menteri BUMN periode 2014-2019 Rini Soemarno, otak-atik jajaran direksi bank pelat merah dilakukan pada Mei 2019.

Pada waktu itu, Kementerian BUMN mengocok ulang komisaris di PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan merubah nomenklatur direksi.


Wahyu Kuncoro dan Bistok Simbolon diberhentikan sebagai Komisaris Bank BNI. Kemudian Hambra Samla diangkat sebagai Wakil Komisaris Utama dan Ratih Nurdiati juga menjadi Komisaris.


Kemudian pada RUPSLB pada 30 Agustus 2019, Komisaris BNI Marwanto Harjowiryono yang dipindahkan menjadi Komisaris PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), digantikan oleh Askolani, Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan.

Sebelumnya Askolani adalah Komisaris PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang digantikan oleh Rionald Silaban, dari Kementerian Keuangan.

Bank BNI juga membuat divisi menjadi lebih spesifik. Jabatan direktur korporasi kini berubah menjadi direktur bisnis korporasi, jabatan direktur retail diubah menjadi direktur bisnis konsumer, jabatan direktur usaha kecil dan jaringan berubah menjadi direktur usaha mikro kecil dan jaringan, dan jabatan direktur kepatuhan diubah menjadi direktur human capital dan kepatuhan.

Achmad Baiquni saat ini masih ditetapkan sebagai Direktur Utama BNI. Lalu pada September, BNI kembali melaksanakan RUPS dan mengangkat Ario Bimo sebagai direktur keuangan menggantikan Catur Budi Harto.

Bongkar pasang direksi juga terjadi di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Pada 2 September 2019, Kementerian BUMN secara mengejutkan mengejutkan menunjuk Sunarso sebagai Direktur Utama Bank BRI menggantikan posisi Suprajarto yang sebelumnya ditunjuk menjadi Dirut Bank BTN. Namun Suprajarto menolak dan memilih mengundurkan diri dari jabatan Dirut BTN.

Selain itu, Kementerian BUMN mengangkat Catur Budi Harto dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menjadi Wakil Direktur Utama BRI. Catur merupakan salah satu dari 5 direksi baru BRI, yakni Agus Sudiarto, Agus Noorsanto, Herdy Rosadi Harman, Azizatun Azhimah.

Sementara itu, empat direktur BRI periode sebelumnya dicopot yaitu Mohammad Irfan, Sis Apik Wijayanto, R. Sophia Alizsa, dan Osbal Saragi.

Pada saat yang bersamaan, juga terjadi pergantian direksi Bank BTN. Maryono dirut lama BTN, digantikan oleh Suprajarto yang kemudian langsung memilih mengundurkan diri.

Di era Menteri BUMN Erick Thohir yang dimulai pada akhir Oktober 2019, jabatan dirut BTN akhirnya diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (27/11/2019).

[Gambas:Video CNBC]



Pahala N Mansury ditunjuk menjadi Direktur Utama yang baru dan menetapkan Chandra Hamzah, mantan Komisioner KPK, sebagai Komisaris Utama Bank BTN.

Lalu, pada 2 Desember 2019 giliran jajaran direksi dan komisaris Bank Mandiri dirombak Erick.

[Gambas:Video CNBC]


Royke Tumilaar resmi disahkan sebagai Dirut Bank Mandiri dalam RUPSLB. Royke sebelumnya menjabat Direktur Corporate Banking Bank Mandiri.

RUPSLB juga mengangkat Kartiko Wirjoatmodjo (Wakil Menteri BUMN) sebagai Komisaris Utama Bank Mandiri. Tiko, panggilan akrabnya, kembali ke Bank Mandiri mengingat sebelum menjadi Wamen, dia adalah Direktur Utama Bank Mandiri.

Adapun RUPSLB juga mensahkan posisi Chatib Basri, mantan Menteri Keuangan, sebagai Wakil Komisaris Utama perusahaan. Menteri BUMN Erick Thohir sudah menunjuk Chatib sebelumnya sehingga RUPSLB tersebut tinggal mensahkan jabatannya.


Direksi Bank BUMN MAu Dirombak Lagi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading