Erick Thohir Sedih, Ada Stereotip Orang Asia Penyakitan

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
10 February 2020 16:31
Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan bagaimana dampak virus corona ke Asia.

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan bagaimana dampak virus corona di negara-negara Asia termasuk di Indonesia dalam hal persepsi. Pendiri Mahaka Media itu mengungkapkan bahwa sudah terjadi prasangka buruk atau stereotip terhadap orang Asia karena dituduh membawa penyakit.

"Apalagi kita melihat di mancanegara terjadi epidemi, bukan hanya [dampak ke] kesehatan tapi ekonomi, tetapi juga yang menyedihkan sudah mulai banyak sekarang di negara negara ada stereotip penyakit orang Asia," kata Erick saat berbicara dalam acara 1st Indonesia Healthcare Corporation Medical Forum di Jakarta, Senin (10/2/2020).

Sebab itu, dia mengatakan, sangat penting apa yang disebut dengan health security. "Walau hari ini mayoritas penduduk rata-rata 35 tahun tapi nanti 20-30 tahun lagi ketika kondisi Indonesia sama dengan Jepang piramida terbalik, namanya health menjadi keharusan untuk menjaga bangsa Indonesia," katanya.


Erick mengungkapkan, di Amerika, marak orang berpandangan buruk bahwa orang Asia membawa penyakit sehingga Indonesia mesti menunjukkan kepada dunia bahwa RI adalah bangsa yang kuat dan hebat.

"Bagaimana sekarang kita sebagai bangsa Asia dianggap Penyakitan. Kita mesti tunjukkan ke dunia khususnya Indonesia bahwa kita adalah bangsa yang kuat hebat bukan hanya menjadi market."

Erick menjelaskan salah satu strategi health security yang bisa dilakukan ialah adanya konsolidasi rumah sakit dan farmasi di dalam negeri, "ini bisa menjadi benteng atau pertahanan kita sebagai bangsa."

Menurut Erick, pihaknya tengah bekerja keras untuk menerapkan lima langkah strategis yang diharapkan bisa diteruskan juga untuk menteri-menteri BUMN selanjutnya. "Karena yang namanya sustainability adalah salah satu [kunci] sukses, kita implementasi konsolidasi [BUMN] sehat dan implementasi ini baik," katanya.


Terkait dengan virus corona yang sudah mewabah, Erick menegaskan dampaknya bukan hanya ke kesehatan tapi juga ekonomi. 

"Apa yang terjadi di China [virus corona], indeks saham jebol, tenaga kerja nggak bisa kerja karena harus di rumah. Dan banyak expert dari LN nggak mau datang ke China padahal China buka ekspatriat klasifikasi tinggi, yang China [belum] belum punya, mereka ambil, [tapi] sekarang pulang semua."

Otoritas Kesehatan China kembali memperbarui jumlah korban tewas karena corona. Dari Desember 2019 hingga Senin (10/2/2020), setidaknya sudah ada 908 orang tewas karena virus ini.

Berdasarkan laporan Xinhua, 97 kasus kematian baru dilaporkan kemarin. Dari total keseluruhan, 91 orang berada di Provinsi Hubei, dua di Provinsi Anhui, dan satu orang di Provinsi Heilongjiang, Jiangxi, Hainan dan Gansu. Sebanyak 4.008 kasus baru juga ditemukan. Ini menjadikan total bertambah menjadi 40.171, di mana 296 pasien kritis.



(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading