Internasional

Ini Kapten Sementara AirAsia Ganti Tony Fernandes

Market - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
04 February 2020 17:28
Tharumalingam Kanagalingam atau lebih dikenal sebagai Bo Lingam kini ditunjuk sementara menggantikan Tony Fernandes sebagai Presiden Grup AirAsia.
Jakarta, CNBC Indonesia - Tharumalingam Kanagalingam atau lebih dikenal sebagai Bo Lingam kini ditunjuk sementara menggantikan Tony Fernandes sebagai Presiden Grup AirAsia.

Penyelidikan kasus suap pengadaan pesawat, membuat Fernandes mengajukan pengunduran diri sementara dari posisi CEO perusahaan tersebut.


Dari situs AirAsia, Bo Lingam bergabung dengan AirAsia pada 2001 dan menjabat sebagai Manajer Operasional Lapangan, yang bertanggung jawab atas implementasi konsep berbiaya rendah dalam operasional dan pengadaan.


Setelah itu, ia memegang beberapa posisi penting antara lain Manajer Senior Pembelian dan Persediaan, Direktur Layanan Pelanggan Regional dan Presiden dan Chief Operation Officer. Di mana ia mengawasi operasional AirAsia di Malaysia, Thailand, Indonesia, Filipina, India dan Jepang, mendorong peningkatan proses dan mengatur maskapai baru di wilayah tersebut untuk Grup.

Sebelum bergabung dengan AirAsia, ia bekerja dalam industri penerbitan dan musik di berbagai rumah produksi. Termasuk sebagai Pengontrol Produksi di EMI Music Malaysia, serta Manajer Operasional dan Manajer Promosi di Warner Music Malaysia.


Bo Lingam saat ini memimpin bisnis penerbangan Air Asia dan akan mendorong peningkatan layanan pelanggan dan efisiensi biaya melalui digitalisasi dan inisiatif One AirAsia.

Selain itu dia juga mengepalai AirAsia SEA (sebelumnya dikenal sebagai Air Asia Global Shared Services), pusat layanan bersama yang menyediakan layanan korporat dan dukungan untuk AirAsia.

Seperti diketahui, CEO AirAsia Group Tony Fernandes dan Chairman Kamarudin Meranun melepaskan sementara jabatan mereka sebagai eksekutif di maskapai tersebut selama 2 bulan.

Adanya penyelidikan dugaan AirAsia menerima suap sebesar US$50 juta atau sekitar Rp 680 miliar (asumsi kurs Rp 13.600/US$) dari produsen pesawat terbang Airbus.

[Gambas:Video CNBC]




(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading