Virus Corona Mematikan, Pasar SUN Belum Bisa Berbuat Banyak

Market - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
03 February 2020 12:58
Virus Corona Mematikan, Pasar SUN Belum Bisa Berbuat Banyak
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga obligasi rupiah pemerintah terkoreksi hingga siang ini di tengah sentimen negatif terhadap belum redanya dan justru semakin memburuk kekhawatiran pasar global terhadap penyebaran virus corona Wuhan.

Turunnya harga surat utang negara (SUN) itu tidak senada dengan apresiasi yang terjadi di pasar surat utang pemerintah negara berkembang yang lain.

Data Refinitiv menunjukkan terkoreksinya harga SUN itu tercermin dari empat seri acuan (benchmark) yang sekaligus menaikkan tingkat imbal hasilnya (yield).



Pergerakan harga dan yield obligasi saling bertolak belakang di pasar sekunder, sehingga ketika harga naik maka akan menekan yield turun, begitupun sebaliknya. Yield yang menjadi acuan keuntungan yang didapat investor juga lebih umum dijadikan acuan transaksi obligasi dibanding harga karena mencerminkan kupon, tenor, dan risiko dalam satu angka.

SUN adalah surat berharga negara (SBN) konvensional rupiah yang perdagangannya paling ramai di pasar domestik, sehingga dapat mencerminkan kondisi pasar obligasi secara umum. Keempat seri yang menjadi acuan pasar adalah FR0081 bertenor 5 tahun, FR0082 bertenor 10 tahun, FR0080 bertenor 15 tahun, dan FR0083 bertenor 20 tahun.

Seri acuan yang paling melemah adalah FR0081 yang bertenor 5 tahun dengan kenaikan yield 5,9 basis poin (bps) menjadi 6,06%. Besaran 100 bps setara dengan 1%.

 

Yield Obligasi Negara Acuan 3 Feb'20

Seri

Jatuh tempo

Yield 31 Jan'20 (%)

Yield 3 Feb'20 (%)

Selisih (basis poin)

Yield wajar PHEI 31 Jan'21 (%)

FR0081

5 tahun

6.007

6.066

5.90

5.9854

FR0082

10 tahun

6.645

6.701

5.60

6.6598

FR0080

15 tahun

7.161

7.186

2.50

7.1458

FR0083

20 tahun

7.332

7.337

0.50

7.3283

Sumber: Refinitiv

 

Pelemahan SBN hari ini juga membuat selisih (spread) yield obligasi rupiah pemerintah tenor 10 tahun dengan yield surat utang pemerintah AS (US Treasury) tenor serupa mencapai 517 bps, melebar dari posisi akhir pekan lalu 512 bps. Sebagai pembanding, rerata spread kedua instrumen pada 2018 dan 2019 tercatat 452 bps dan 538 bps. Yield US Treasury 10 tahun naik 1,2 bps hingga 1,53% dari posisi akhir pekan lalu 1,51%.

Terkait dengan pasar US Treasury, saat ini masih terjadi inversi pada yield pasangan seri 3 bulan-5 tahun dan 3 bulan-10 tahun. Inversi adalah kondisi lebih tingginya yield seri lebih pendek dibanding yield seri lebih panjang.

Inversi tersebut membentuk kurva yield terbalik (inverted yield curve), yang menjadi cerminan investor yang lebih meminati US Treasury seri panjang dibanding yang pendek karena menilai akan terjadi kontraksi jangka pendek, sekaligus indikator adanya potensi tekanan ekonomi bahkan hingga krisis.

 

Yield US Treasury Acuan 3 Feb'20

Seri

Benchmark

Yield 31 Jan'20 (%)

Yield 3 Feb'20 (%)

Selisih (Inversi)

Satuan Inversi

UST BILL 2019

3 Bulan

1.554

1.556

3 bulan-5 tahun

22.2

UST 2020

2 Tahun

1.329

1.329

2 tahun-5 tahun

-0.5

UST 2021

3 Tahun

1.307

1.313

3 tahun-5 tahun

-2.1

UST 2023

5 Tahun

1.325

1.334

3 bulan-10 tahun

3

UST 2028

10 Tahun

1.519

1.526

2 tahun-10 tahun

-19.7

Sumber: Refinitiv

 

 

Terkait dengan porsi investor di pasar SBN, data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu (DJPPR) terakhir menunjukkan investor asing menggenggam Rp 1.084,33 triliun SBN, atau 38,98% dari total beredar Rp 2.781 triliun berdasarkan data per 29 Januari.

Angka itu menunjukkan kepemilikan investor asing masih keluar dari pasar SUN senilai Rp 7,69 triliun sejak akhir pekan lalu, sedangkan sejak awal bulan atau awal tahun masih surplus Rp 22,47 triliun.

Dari pasar surat utang negara berkembang, mayoritas masih mengalami penguatan harga sehingga yield mayoritas obligasi negara turun.

 

 

Yield Obligasi Tenor 10 Tahun Negara Maju & Berkembang

Negara

Yield 31 Jan'20 (%)

Yield 3 Feb'20 (%)

Selisih (basis poin)

Brasil (BB-)

6.74

6.7

-4.00

China (A+)

3.05

2.9

-15.00

Jerman (AAA)

-0.441

-0.438

0.30

Prancis (AA)

-0.181

-0.178

0.30

Inggris Raya (AA)

0.526

0.521

-0.50

India (BBB-)

6.599

6.513

-8.60

Jepang (A)

-0.063

-0.064

-0.10

Malaysia (A-)

3.133

3.141

0.80

Filipina (BBB)

4.575

4.575

0.00

Rusia (BBB)

6.29

6.29

0.00

Singapura (AAA)

1.605

1.604

-0.10

Thailand (BBB+)

1.32

1.29

-3.00

Amerika Serikat (AAA)

1.519

1.531

1.20

Afrika Selatan (BB+)

8.98

8.985

0.50

Sumber: Refinitiv

 

[Gambas:Video CNBC]






TIM RISET CNBC INDONESIA

(irv/irv)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading