Corona Hancurkan Bursa Saham China, Ratusan Saham Anjlok 10%

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
03 February 2020 12:05
Penyebaran virus corona yang makin masif membuat bursa saham China hari ini. Ratusan saham perusahaan anjlok hingga 10%.
Jakarta, CNBC Indonesia - Penyebaran virus corona yang makin masif membuat bursa saham China hari ini. Ratusan saham perusahaan anjlok hingga 10%. Investor khawatir virus corona bakal menghancurkan perekonomian.

Dilansir dari AFP, Senin (3/2/2020), indeks Shanghai Composite jatuh 8,13% atau 241,87 poin ke 2.734,66. Sementara indeks Shenzhen Composite turun 8,3% atau 145,78 poin ke 1.611,04.

Sedangkan bursa saham di Hong Kong bisa naik 0,09% atau 23,78 poin ke 26.336,41.


Kejatuhan saham di bursa China ini mengindikasikan besarnya kekhawatiran investor akan dampak ekonomi akibat penyebaran virus corona. Sekarang, jumlah korban tewas akibat virus corona sudah melewati korban SARS di 2003.


Terakhir kalinya bursa saham China jatuh hingga 8% adalah pada saat terjadi bubble lima tahun lalu.

"Investor panik karena penyebaran virus corona yang cepat," kata Yang Delong, Ekonom dari First Seafront Fund.

Menurut data Bloomberg, lebih dari 2.600 saham jatuh hingga 10%. Nilai tukar yuan juga melemah lebih dari 1,5% terhadap dolar AS.

Kondisi ini membuat bank sentral China mengatakan akan menyuntikkan US$ 173 miliar atau 1,2 triliun yuan ke ekonominya. Bunga acuan juga diturunkan.

[Gambas:Video CNBC]


Virus corona makin mematikan. Angka korban tewas karena virus ini meningkat menjadi 360 orang di China dan satu orang di Filipina.

Sementara itu, hingga kemarin, angka negara yang mengonfirmasi penderita corona di negaranya sekitar 25 negara.

Antara lain, China, Australia, Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Jerman, Finlandia, Swedia, Italia, Spanyol, Rusia.


Lalu ada pula Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Uni Emirat Arab. Termasuk negara ASEAN seperti Filipina, Malaysia, Thailand, Singapura, Vietnam, Kamboja.

Sementara itu, pemerintah Indonesia sendiri mengevakuasi 238 WNI dari Wuhan. Angka ini menurun dari data terakhir WNI di sana yakni 245.
(wed/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading