Gawat, Portofolio Merah Paksa Hedge Fund Lego Saham China

Market - Tim Riset, CNBC Indonesia
20 May 2022 17:00
The logo of China's Beijing Stock Exchange is seen by a stock chart in this illustration picture taken November 12, 2021. REUTERS/Florence Lo/Illustration

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar modal China memperoleh permasalahan baru dengan risiko dari industri hedge fund di mana para manajer investasi berpotensi melakukan aksi jual besar-besaran dipicu oleh kerugian portofolio yang semakin dalam.

Bulan lalu, sekitar 2.350 saham yang terikat dana lindung nilai (hedge funds) turun di bawah ambang batas yang biasanya mengaktifkan klausa yang mengharuskan untuk memangkas eksposur, dengan banyak di antaranya sudah menuju ke tingkat yang mewajibkan manajer investasi untuk melakukan likuidasi, menurut penyedia data industri yang diwartakan oleh Bloomberg.

Meski tidak lazim di tempat lain, aturan penjualan tersebut umum di China, di mana mereka diperkenalkan untuk melindungi investor dana lindung nilai dari kerugian besar. Namun, aturan tersebut dapat menjadi bumerang pada kondisi pasar yang secara keseluruhan memang sedang jatuh parah dan banyak dana terpaksa mengurangi kepemilikan saham mereka.


Indeks CSI 300 catat kinerja terparah sejak tahun 2008Foto: Bloomberg
Indeks CSI 300 catat kinerja terparah sejak tahun 2008

Tahun ini, indeks acuan CSI 300 China mengalami periode Januari-April terburuk sejak 2008. Indeks tersebut telah turun sekitar 19% sepanjang tahun ini, karena kebijakan ketat nol Covid dan tindakan keras terhadap perusahaan swasta telah melemahkan kepercayaan investor. Serangkaian data ekonomi yang mengecewakan dari China bulan ini juga menyoroti efektivitas pendekatan yang bergantung pada penguncian, meningkatkan kekhawatiran bahwa pasar akan tetap di bawah tekanan kecuali China mengubah posisinya.

Manajer investasi terpaksa buang saham di China

Setlah melonjak 66% tahun lalu hingga berakhir dengan 6,1 triliun yuan (US$903 miliar), hampir setiap strategi lindung nilai manajer investasi membukukan kerugian pada kuartal pertama, kecuali dana yang difokuskan pada komoditas. Persyaratan untuk menjual ketika pemicu tertentu aktif telah menekan banyak manajer investasi yang dan menyisakan sedikit ruang untuk pemulihan.

Pada 22 April, hampir 10% dari lebih dari 24.500 dana lindung nilai terkait saham yang dilacak oleh Shenzhen PaiPaiWang Investment & Management Co. telah jatuh di bawah 0,8 yuan dalam nilai bersih per unit, garis peringatan umum yang sering mendikte untuk memangkas posisi sahamnya menjadi di bawah 50%.

Sementara itu banyak diantarnya juga berada di bawah batas 0,7 yuan, yang disebut garis stop-loss yang mengamanatkan manajer investasi untuk melakukan likuidasi. Sekitar 7% dari dana yang dilacak telah melampaui ambang batas itu. Lebih dari 1.000 dana telah dilikuidasi sesecara prematur tahun ini, menurut laporan Merchants Securities.

Penjualan paksa di posisi terendah pasar seperti ini tidak hanya memicu penurunan saham, tetapi juga mencegah manajer menambahkan posisi untuk menangkap potensi rebound, kata Xie Shiqi seorang analis di Beijing Jinzhang Investment Management Ltd., hedge fund yang berafiliasi dengan Geshang Wealth, kepada Bloomberg.

Meskipun dana lindung nilai di pasar barat juga menggunakan ambang batas stop-loss untuk mengelola risiko, pendekatan industri lebih ketat yang diadopsi di China dapat dikatakan unik. Praktik ini diperkenalkan oleh perusahaan perwalian yang pertama kali mendistribusikan dana sekuritas swasta, atau setara dengan dana lindung nilai (hedge funds) China, untuk melindungi klien, menurut konsultan Howbuy Wealth Management Co.

Meskipun kelemahan dari pendekatan ini tampak semakin jelas, menghapus atau menurunkan pemicu adalah "tantangan besar" karena memerlukan negosiasi dengan semua investor, ungkap Yan dari China Hedge Fund Research Center. Regulator kemungkinan akan fokus untuk memastikan keadilan kontrak dan mencegah risiko sistemik, tambahnya.

Dengan volatilitas saat ini, pejabat di bursa saham China telah berdiskusi dengan pengelola dana tersebut untuk menilai tekanan yang mereka hadapi serta mendiskusikan tindakan mereka terhadap praktik ini, meskipun tidak jelas apakah ada tindakan yang akan diambil, ungkap sumber Bloomberg.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Data ULN RI Terbaru, Utang ke China Berapa ya?


(fsd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading