IHSG Terburuk dalam 9 Tahun, January Effect Absen Tahun Ini

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
31 January 2020 16:22
Di sepanjang Januari 2020, IHSG ambruk hingga 5,71%.
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan terakhir di bulan ini, Jumat (31/1/2020), di zona hijau.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG menguat 0,31% ke level 6.076,46. Sayang, IHSG kemudian meluncur turun ke zona merah.

Per akhir sesi satu, indeks saham acuan di Indonesia tersebut terkoreksi 1,5% ke level 5.966,87. Per akhir sesi dua, koreksi IHSG adalah sebesar 1,94% ke level 5.940,05.



Saham-saham yang berkontribusi signifikan dalam menekan kinerja IHSG pada perdagangan hari ini di antaranya: PT Bank Central Asia Tbk/BBCA (-3,86%), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk/BBRI (-2,62%), PT Astra International Tbk/ASII (-4,15%), PT Unilever Indonesia Tbk/UNVR (-3,34%), dan PT Bank Mayapada International Tbk/MAYA (-9,89%).

Kinerja IHSG senada dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang juga ditransaksikan di zona merah: indeks Hang Seng turun 0,52%, indeks Straits Times terkoreksi 0,61%, dan indeks Kospi terpangkas 1,35%.

Sebagai catatan, perdagangan di bursa saham China masih diliburkan seiring dengan libur Tahun Baru China.

Lantas, bulan Januari di tahun 2020 menjadi bulan Januari terburuk bagi pasar saham Tanah Air dalam sembilan tahun. Di sepanjang Januari 2020, IHSG ambruk hingga 5,71%.


Jika berkaca kepada sejarah, sejatinya bulan Januari bisa dikatakan sebagai bulan yang bersahabat bagi pelaku pasar saham Tanah Air. Dalam 10 tahun terakhir (2010-2019), IHSG hanya dua kali membukukan imbal hasil negatif secara bulanan pada bulan Januari, yakni pada tahun 2011 dan 2017.

Apresiasi terbaik IHSG pada bulan Januari terjadi pada tahun 2019 atau tahun lalu. Per akhir Januari 2019, IHSG melejit hingga 5,46% jika dibandingkan dengan posisi per akhir Desember 2018.

Jika dirata-rata, IHSG membukukan imbal hasil sebesar 1,58% secara bulanan pada bulan Januari.

World War 3 Sempat di Depan Mata
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading