Grup MNC Caplok Anterin, Apa Kabar Saham IATA & BHIT?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
30 January 2020 07:28
PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (IATA) dalam proses mengakuisisi mayoritas saham Anterin.

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten penerbangan dan infrastruktur milik taipan Hary Tanoesoedibjo dari Grup MNC, PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (IATA) dalam proses mengakuisisi mayoritas saham PT Anterin Digital Nusantara, perusahaan yang fokus pada ojek online dengan nama Anterin.

Rencana aksi korporasi ini dilakukan di tengah harga saham perusahaan yang masih di level terendah yakni Rp 50/saham alias saham gocap.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, pada perdagangan Rabu kemarin (29/1/2020), saham IATA masih stagnan di level Rp 50/saham dengan nilai transaksi Rp 229,67 juta dan volume perdagangan 4,59 juta saham.


Saham IATA juga sudah masuk saham gocap sejak 3 tahun terakhir, mengingat pada awal 2017 saham IATA sempat di level Rp 56/saham, bahkan pada 2015 saham perusahaan yang fokus pada jasa transportasi udara ini bisa ke level Rp 92.

Mengacu laporan keuangan September 2019, saham Seri A IATA dipegang publik dan karyawan 5%, Catur Pratama Sejahtera 9% dan PT Global Transport Services.

Saham seri B dipegang mayoritas oleh publik dan karyawan 22%, sementara Oxley Capital Investment Ltd 7% dan Seri C dipegang publik dan karyawan 45%, sisanya 3% juga Oxley Capital.


Mengacu laporan keuangan IATA, perusahaan ini masuk dalam kelompok usaha PT MNC Investama Tbk (BHIT). Masih dari data BEI, saham BHIT ternyata juga stagnan di level Rp 64/saham. Year to date, atau sejak awal tahun hingga Rabu kemarin saham BHIT pun stagnan, sementara 6 bulan terakhir minus 20,99% dengan kapitalisasi pasar Rp 4,34 triliun.

Wakil Presiden Direktur IATA Wishnu Handoyono belum menjelaskan detail terkait dengan nilai akuisisi ini. Namun dia menegaskan punya alasan merealisasikan rencana ini.

"IATA memilih Anterin terutama karena visi yang dianutnya. Anterin diciptakan untuk merubah konsep operasi ojek online yang ada saat ini," kata Wakil Presiden Direktur IATA Wishnu Handoyono, dihubungi CNBC Indonesia, di Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Menurut Wishnu, Anterin dinilai mampu tumbuh dan bergerak cepat dalam menembus pasar. Faktanya, kurang dari setahun beroperasi, Anterin telah memiliki lebih dari 300.000 pengemudi terdaftar dan 530.000 pelanggan, beroperasi di 51 kota di seluruh Indonesia.

Selain itu, katanya, bisnis Anterin juga terus berkembang karena tak hanya menawarkan ojek online, melainkan juga memiliki layanan pengiriman barang.

Tahun ini, Anterin akan mengembangkan layanan-layanan baru yang menarik, termasuk layanan taksi (bekerjasama dengan penyedia taksi terkemuka), layanan pengiriman makanan, antarjemput, penyewaan mobil dan helikopter.

Wishnu menjelaskan perbedaan utama antara Anterin dan penyedia jasa perjalanan lainnya adalah cara Anterin memperlakukan pengemudi mereka. Anterin tidak membebani pengemudi dengan mengenakan potongan komisi pada setiap transaksi, tetapi dengan sistem langganan bulanan.

"Model bisnis ini dianggap lebih adil dan lebih menguntungkan bagi pengemudi. Model bisnis ini memberikan jawaban atas keluhan pengemudi yang merasa bahwa operator ojek online mengenakan biaya terlalu tinggi untuk pekerjaan yang sepenuhnya dilakukan pengemudi," katanya.

Selain itu, pengguna juga mendapat manfaat dari fitur tawar-menawar dan opsi pemilihan pengemudi yang tersedia di aplikasi. Dengan fitur ini, pelanggan akan mendapatkan harga yang lebih masuk akal, sesuai kesepakatan, tanpa harus didikte oleh aplikasi.



Wishnu menambahkan, akuisisi ini tergantung dari uji kelayakan yang akan dilakukan IATA. Dengan asumsi proses uji kelayakan berjalan lancar, IATA menargetkan untuk menutup transaksi pada akhir Februari 2020.

Menurut Wishnu, perseroan menyadari bahwa bisnis masa depan, termasuk industri transportasi, akan didorong oleh teknologi.

Akuisisi Anterin sejalan dengan strategi IATA untuk masuk ke dalam bisnis transportasi berbasis aplikasi seperti Grab dan Gojek. IATA percaya bahwa akuisisi ini akan mengubah prospek perusahaan menjadi sangat menarik dengan masa depan yang menjanjikan.

[Gambas:Video CNBC]


(tas/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading