Virus Corona Bikin Geger Wall Street, Ini Kata Sri Mulyani

Market - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
22 January 2020 10:46
Penyebaran virus Corona yang menimbulkan penyakit mirip SARS, sudah sampai ke Amerika Serikat (AS). Bursa saham Wall Street pun ikutan geger.
Jakarta, CNBC IndonesiaPenyebaran virus Corona yang menimbulkan penyakit mirip SARS, sudah sampai ke Amerika Serikat (AS). Bursa saham Wall Street pun ikutan geger. Pelaku pasar khawatir penyebaran virus ini bisa menghambat aktivitas ekonomi dunia.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengomentari soal fenomena ini. Menurutnya, pemerintah akan mengambil langkah-langkah antisipasi agar virus ini tidak masuk ke Indonesia.

"Untuk saat ini, dari penyakit dan ancaman kita minta Kemenkes, dan lakukan langkah-langkah antisipasi dan beberapa langkah di airport dan berbagai rumah sakit maupun lembaga, termasuk industri yang berhubungan dengan virus. Kami terus koordinasi," kata Sri Mulyani di kantornya, Kamis (22/1/2020).


Seperti diberitakan sebelumnya, malam tadi, tiga indeks utama di bursa saham New York ditutup melemah. Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 0,57%, S&P 500 terkoreksi 0,28%, dan Nasdaq Composite berkurang 0,2%.


Investor di New York juga mencemaskan proyeksi pertumbuhan ekonomi dari IMF yang agak gloomy. Selain sentimen ini, risiko penyebaran virus Corona juga sedikit banyak mempengaruhi pergerakan Wall Street. Kenangan buruk pada 2002-2003 terngiang kembali, kala itu virus SARS merenggut nyawa hampir 800 orang di seluruh dunia.

Situasi kian genting kala US Centers for Disease Control and Prevention menemukan sudah ada satu kasus pengidap virus Corona di AS. Kasus ini terjadi di Seattle, pengidapnya adalah seorang turis China asal Wuhan.

"Kejadian-kejadian seperti ini bisa menjadi risiko yang sistematis yang kemudian mempengaruhi fundamental perusahaan. Di pasar saham, dinamika seperti ini tidak mengejutkan. Apalagi memang ada alasan bagi investor untuk melakukan profit taking (ambil untung)," kata Mike Loewengart, Vice President Investment Strategy di E*TRADE Financial Corp, sebagaimana diwartakan Reuters.

[Gambas:Video CNBC]




(wed/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading