Catat! Dalam Tiga Tahun ke Depan, Tokopedia IPO di AS & RI

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
19 January 2020 15:15
Catat! Dalam Tiga Tahun ke Depan, Tokopedia IPO di AS & RI
Jakarta, CNBC Indonesia - E-commerce marketplace Tokopedia berencana mencatatkan saham perdana melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di bursa saham Amerika Serikat (AS) dan Indonesia.

Wacana itu mengemuka usai laporan Nikkei Asian Review, Kamis (1/1/2020), yang menyebutkan rencana strategis manajemen Tokopedia menjadi perusahaan publik.

"Tokopedia akan go public dalam tiga tahun ke depan, dengan skema dual listing, di bursa saham AS dan di Indonesia," tulis laporan DealstreetAsia seperti dikutip, Minggu (19/1/2020).


CNBC Indonesia sudah berupaya mengonfirmasi informasi itu kepada CEO Tokopedia William Tanuwijaya. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari William.

Dalam kesempatan terpisah, Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perusahaan rintisan berstatus unicorn (valuasi di atas US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun) dan decacorn (valuasi di atas US$ 10 miliar atau Rp 140 triliun) untuk bisa IPO di bursa saham domestik dan luar negeri.

Caranya ialah dengan skema dual listing atau tercatat di dua bursa efek. Skema ini dinilai lebih realistis agar dana hasil IPO bisa diserap investor.


Direktur Utama BEI Inarno Djajadi, mengutarakan, bagi perusahaan berstatus decacorn, IPO memang cukup berat bila hanya mengandalkan investor domestik. Sehingga opsi dual listing bisa menjadi pilihan bagi perusahaan seperti Gojek, Tokopedia dan Bukalapak.
"Mestinya sih kalau melihat dari pada listed untuk yang unicorn-unicorn memang kalau di Indonesia saja rasanya sophisticated investor mungkin masih belum. Jadi mau enggak mau ya untuk dilakukan ya dual listing. Jadi enggak di luar tapi di sini juga [listing]," kata Inarno di Jakarta, Senin (14/10/2019).

Sebagai informasi saja, Tokopedia menurut data The Global Unicorn Club sudah bervaluasi US$ 7 miliar atau setara Rp 98 triliun.

CNBC Indonesia mencatat beberapa emiten juga melakukan dual listing yakni PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang juga listing di New York Stock Exchange (NYSE) dan London Stock Exchange (LSE) sejak 1995.


PT Indosat Tbk (ISAT) listing di NYSE sejak 1994, kendati sudah delisting pada pertengahan 2013. Adapun PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga tercatat di Australian Stock Exchange (ASX). Di Bursa ASX ini, saham Antam diperdagangkan dalam bentuk Chess Depository Interests (CDI) di mana satu CDI mewakili 5 saham.



PT Timah Tbk (TINS) juga sempat tercatat di London Stock Exchange (LSE) meskipun menghapus pencatatan sahamnya (delisting) dari pada 12 Oktober 2006.

[Gambas:Video CNBC]


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading