Wapres: Jangan Sampai Bank Muamalat Dikuasai Asing!

Market - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
17 January 2020 11:44
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin kembali angkat suara soal penyehatan PT Bank Muamalat.
Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin kembali angkat suara soal penyehatan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Wapres menegaskan saat ini upaya yang dilakukan bukan penyelamatan, melainkan penyehatan yang membutuhkan dukungan investor.

"Pertama, sekarang [Muamalat] lagi ditanganilah untuk supaya istilahnya penyehatan. Biasalah namanya bank sakit tuh bank semua juga mengalami flu, sakit. Muamalat juga sedang mengalami bukan penyelamatan tapi penyehatan. Memang perlu ada investor," kata Wapres di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat pagi (17/1/2020).


Wapres mengatakan sebelumnya investor Muamalat juga asing, yakni dari IDB, Kuwait, lalu juga dari Timur Tengah. Investor-investor ini menguasai mayoritas saham Bank Muamalat. "Tapi mereka tidak mau lagi menambah," kata Wapres yang menjabat Ketua Dewan Pengawas Syariah Bank Muamalat pada 2018 ini.


"Tapi Pak Jokowi sudah pesan jangan sampai itu [Muamalat] nanti dikuasai oleh orang asing. Saya kira begitu. Itu sudah ada. Tapi tentu OJK sudah menyiapkan seperti apa, modelnya seperti apa, dan kita memang Indonesia sudah menganut dual economic system yaitu konvensional dan syariah," jelas Ketua Majelis Ulama Indonesia ini.

Sebagai perbandingan, mengacu laporan keuangan Bank Muamalat 2018, saham Seri A bank syariah pertama di Indonesia ini dipegang Koperasi Perkayuan Apkindo MPI 1,30%, Islamic Development Bank 1,30%, Badan Pengelola Dana ONHI 0,98%, Publik 4,25%, dan Reza Rhenaldi Syaiful 0,00%.

Sementara Seri B paling besar saham Muamalat dipegang IDB 31,44%, Boubyan Bank Kuwait 22%, Atwill Holding Limited 17,91%, dan national Bank of Kuwait 8,45%, dan IDF Foundation 3,48%, serta BMF Holdings Limited 2,84%.


Desember tahun lalu, usai RUPSLB Muamalat, Ilham Habibie, founder Al Falah Investments Pte. Limited bersikeras ingin menyuntikkan modal kepada Muamalat. Padahal konsorsium investasi yang diajukan pernah ditolak OJK.

Menurut Ilham yang menjadi Komisaris Utama Bank Muamalat sejak 28 Juni 2018 mengatakan, Al Falah merupakan salah satu investor yang paling siap untuk menyuntikkan modal ke bank syariah pertama di Indonesia ini.

"Ya masih seperti semula, jadi pernah ada penawaran dari Al Falah itu masih berlaku tapi sampai saat ini belum ada kesepakatan. OJK tidak menyetujui itu, jadi masih dalam bahasan," ujar Ilham, Senin (16/12/2019).

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana menyatakan pihaknya masih memilah calon-calon investor untuk Bank Muamalat. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelangsungan bank syariah tersebut tidak hanya dalam kondisi baik untuk sesaat saja.

"Kami melakukan exercise, banyak yang ingin kesana, tapi kami tidak bisa lepasin begitu saja. Begitu diambil investor saya inginkan going concern, tidak boleh hanya sekedar baik sekarang nanti 2-3 tahun kurang modal lagi. Ini panjang, supaya kalau kami oke semua beres," kata Heru, Kamis (16/01/2020).

[Gambas:Video CNBC]




(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading