Wow! Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 5.619 T

Market - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
16 January 2020 09:28
Wow! Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 5.619 T Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Luthfi Rahman
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) melaporkan Utang Luar Negeri (ULN) meningkat pada November 2019. Namun kenaikan ULN tersebut melambat dibandingkan bulan sebelumnya.

Mengacu data BI, pada November 2019, ULN Indonesia tercatat US$ 401,4 miliar atau setara dengan Rp 5.619,6 triliun (dengan asumsi kurs /US$Rp 14.000). Nilainya tumbuh 8,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau year-on-year (YoY).

"ULN terdiri dari sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar US$ 201,4 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar US$ 200,1 miliar. ULN Indonesia tersebut tumbuh 8,3% YoY, melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 12% YoY," demikian sebut keterangan tertulis BI yang dirilis Rabu (15/1/2020).


Di sisi publik, ULN pemerintah minus bank sentral pada November tercatat US$ 198,6 miliar atau tumbuh 10,1% YoY, melambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 13,6% YoY.

"Posisi ULN Pemerintah lebih rendah dibandingkan dengan posisi pada bulan sebelumnya terutama karena pelunasan pinjaman bilateral dan multilateral yang jatuh tempo."

Selain itu, tulis BI, pengelolaan ULN Pemerintah diprioritaskan untuk membiayai pembangunan, dengan porsi terbesar pada beberapa sektor produktif yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Beberapa sektor itu yaitu sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (19% dari total ULN pemerintah), sektor konstruksi (16,5%), sektor jasa pendidikan (16,1%), sektor administrasi pemerintah, pertahanan, jaminan sosial wajib (15,4%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (13,4%).



Sementara ULN swasta tanpa BUMN tumbuh 6,9% YoY pada akhir November 2019, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 10,7% YoY.

Rendahnya pertumbuhan itu dipengaruhi oleh cukup tingginya pelunasan surat berharga domestik yang jatuh tempo, meskipun pada periode yang sama terdapat penerbitan surat utang Perusahaan Bukan Lembaga Keuangan (PBLK) dan penarikan pinjaman oleh perbankan.

Secara umum, BI menilai struktur ULN Indonesia tetap sehat. Kondisi tersebut tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada November 2019 sebesar 35,9%, relatif stabil dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya. Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh jangka panjang dengan pangsa 88,5%.

"Dalam rangka menjaga struktur ULN tetap sehat, BI dan pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian," tulis keterangan BI.

Lantas, bagaimana dengan utang BUMN?

BI mencatat, ULN BUMN RI untuk periode November 2019 nilainya mencapai US$ 52,797 miliar atau setara Rp 739,2 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.000/US$.

Jumlah tersebut naik 22,7% dibanding dengan posisi November tahun lalu yang mencapau US$ 43 miliar setara dengan Rp 602,4 triliun.

Jumlah ULN BUMN RI tahun ini kontribusinya terhadap total utang swasta naik dibanding tahun lalu. Pada November 2018 porsi ULN BUMN terhadap ULN swasta total mencapai 23% sementara untuk posisi November 2019 porsinya naik menjadi 26,4%.

Jika ditelisik lebih lanjut, kenaikan ULN BUMN bulan November 2019 disumbang oleh kenaikan ULN Bank BUMN yang mencapai 31,4%. Kenaikan ini jauh melampaui kenaikan ULN Bank yang hanya 7,1% saja.


ULN BUMN RI juga disumbang oleh perusahaan bukan lembaga keuangan. ULN perusahaan bukan lembaga keuangan BUMN naik 23,5% dibanding November tahun lalu. Pada November 2018 ULN BUMN untuk perusahaan non lembaga keuangan tercatat jumlahnya mencapai US$ 33,3 miliar. Jumlah tersebut naik menjadi US$ 41,2 miliar pada November 2019.

Untuk ULN Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB), BI mencatat kenaikannya paling tidak signifikan dibanding jenis BUMN lain.

ULN LKBB yang pada November 2018 jumlahnya mencapai US$ 3,71 miliar, pada November 2019 menjadi US$ 3,76 miliar atau naik 1,4%. Walaupun naiknya paling tidak signifikan tetapi kenaikan ULN LKBB BUMN masih di atas kenaikan ULN LKBB total.


[Gambas:Video CNBC]




(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading