Erick: BUMN Suka 'Mempercantik' Lapkeu, Bisa Masuk Kriminal!

Market - Sandi Ferry, CNBC Indonesia
10 January 2020 10:09
Erick Thohir mengungkapkan bahwa fenomena window dressing atau upaya mempercantik laporan keuangan sering terjadi di perusahaan BUMN.

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan bahwa fenomena window dressing atau upaya mempercantik laporan keuangan sering terjadi di perusahaan BUMN. Dia bahkan menegaskan window dressing laporan keuangan (lapkeu) sudah masuk tindakan yang bisa masuk ranah kriminal.

"Hari ini yang sering terjadi di BUMN adalah window dressing lapkeu. Jika window dressing lapkeu itu udah masuk tindakan yang bisa [masuk] kriminal," kata Erick di Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Apalagi dengan mengupayakan window dressing, membuat bagian bawah neraca atau bottom line (laba bersih) keliatan untung tapi tidak memiliki kas perusahaan.


Tak hanya itu, pendiri Mahaka Media ini pun menegaskan ada BUMN juga yang memakai cara penerbitan surat utang baru, bukan pinjaman ke perbankan.

"Hanya buat bagi bonus aja salah, tapi ini ada lagi yang nerbitin utang baru, mekanismenya enggak pakai bank, tapi surat utang yang lebih mudah. Dibikin proyek, disuntikkan perusahaan enggak visible. Surat utang jatuh tempo 2020 ini fraud bukan? ini kan contoh," tegasnya.

Sebagai informasi, window dressing memiliki dua pengertian, pertama kondisi yang terjadi di akhir tahun di mana harga-harga saham naik. Kedua, lebih kepada 
strategi yang digunakan oleh emiten, perusahaan atau manajer investasi untuk memoles laporan keuangan atau portofolio mereka guna menarik hati para investor.


Dengan upaya membuat laporan keuangan perusahaan terlihat lebih baik dari realitas yang ada ini membuat window dressing kerap dikonotasikan negatif lantaran ada potensi memanipulasi angka, data, dan informasi yang tersaji dalam lapkeu.

Fenomena window dressing di BUMN mulai ramai disorot setelah skandal PT Asuransi Jiwasraya (Persero) terkuak ke publik dan kini dugaan korupsi sedang ditangani Kejaksaan Agung. Jiwasraya juga ditengarai terjebak dalam investasi pada saham-saham kualitas rendah alias gorengan. 


[Gambas:Video CNBC]




(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading