Mantan Komut Jiwasraya Dipanggil Kejagung, tapi Mangkir

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
09 January 2020 18:53
Mantan Komut Jiwasraya Dipanggil Kejagung, tapi Mangkir

Jakarta, CNBC Indonesia - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyebut mantan Komisaris Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Djonny Wiguna tak memenuhi panggilan Kejagung sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi di asuransi pelat merah ini. Djonny dijadwalkan untuk memberikan keterangannya bersama dengan enam saksi lainnya.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung M. Adi Toegarisman mengatakan enam dari tujuh saksi sudah memenuhi panggilan pemeriksaan hari ini, Kamis (9/1/2020). Belum jelas alasan yang disampaikan oleh Djonny mengenai ketidakhadirannya ini.

"Dari yang kita panggil ada satu orang yang tidak datang, Pak Djonny Wiguna, mantan komisaris utama Jiwasraya," kata Adi ke Kejagung, Kamis (9/1/2020) sore.



Dia menyebutkan, untuk saksi-saksi yang belum memenuhi panggilan ini nanti akan dijadwalkan ulang untuk memberikan keterangan terkait dengan tindak pidana ini.

Perlu diketahui, Djonny menjabat sebagai komisaris utama di Jiwasraya selama 10 tahun alias dua periode, yakni antara 2009-2014 dan 2014-2019. Kemudian, pada Januari 2019 tahun lalu posisinya digantikan oleh Sentot A. Sentausa.

Saat ini Djonny menjadi salah satu dari 10 nama yang dicegah ke luar untuk ke luar negeri selama 6 bulan ke depan terhitung sejak 26 Desember 2019 lalu.


Untuk hari ini, Kejagung melakukan pemeriksaan atas enam orang saksi antara lain Hendrisman Rahim, mantan direktur utama Jiwasraya periode 2008-2018, De Yong Adrian, mantan Direktur Pemasaran Jiwasraya dan Muhammad Zamkhani mantan Direktur SDM & Kepatuhan Jiwasraya periode 2016-2018.

Lalu ada Bambang Harsono selaku Bancassurance Sales Manager Jiwasraya, Udhi Prasetyanto mantan Kepala Divisi Sumber Daya Manusia Jiwasraya perode 2015-2018 dan Novi Rahmi mantan Kepala Divisi Sumber Daya Manusia periode 2018-2019.

Dia menyebutkan hari ini menjadi hari terakhir pemanggilan saksi-saksi untuk kasus Jiwasraya ini. Tim penyidik masih akan terus memetakan kebutuhan kasus ini untuk melihat kembali apakah masih perlu dilakukan pemanggilan saksi-saksi.

"Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, ini kan hari Kamis. Tentu teman-teman tim hari Jumat akan meneliti kembali, nanti kan menentukan kembali minggu depan apa yang akan dipanggil," kata dia.

Menurut catatan CNBC Indonesia, secara total hingga hari ini sudah terdapat 27 saksi yang menyambangi Kejagung untuk memberikan kesaksiannya terkait dengan kasus Jiwasraya ini.

"Saya enggak lihat siapanya, tapi kita sedang merumuskan peristiwa yang diduga pasal pidana tentu kita cari alat bukti dalam rangka cari siapa pelakunya."


[Gambas:Video CNBC]




(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading