Ssst! Jaksa Agung Tahu Siapa Pelaku Skandal Jiwasraya

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
09 January 2020 09:23
Jaksa Agung ST Burhanuddin mengaku dirinya sudah mengantongi nama siapa pelaku dibalik skandal Jiwasraya.
Jakarta, CNBC Indonesia - Jaksa Agung ST Burhanuddin mengaku dirinya sudah mengantongi nama siapa pelaku dibalik skandal PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Kendati demikian, proses pemeriksaan masih terus dilakukan.

"Kami sudah periska saksi 98 orang dan perbuatan melawan hukumnya sudah mengarah ke satu titik dan bukti-bukti sudah ada, tapi saya tidak bisa sebutkan. Dari 90-an orang saksi itu ada satu titik bahwa ada perbuatan melawan hukum," ujarnya di kantor BPK Pusat, Rabu (8/1/2020).

Burhanuddin menjelaskan, meski sudah mengantongi nama-nama pelaku karena sudah memiliki bukti, pihaknya masih menunggu terlebih dahulu, hasil investigasi yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).


"Kami tidak ingin terlalu terbuka, karena masih menunggu pemeriksaan BPK. Kami sudah ancer-ancer siapa pelakunya. Dan kerugiannya," kata Burhanuddin melanjutkan.

Menurut Burhanuddin dalam jangka waktu 2 bulan ia berjanji sudah bisa mengungkap siapa pelaku-pelaku yang melakukan perbuatan sehingga merugikan banyak masyarakat, termasuk negara.

Selain itu, Kejagung telah melakukan penggeledahan terhadap 13 objek yang diduga berkaitan dengan kasus dugaan korupsi di perusahaan asuransi pelat merah tersebut. Namun begitu, dia enggan merincikan ke 13 objek tersebut lantaran kasus Jiwasraya sangat besar dan berdampak sistemik.


"Tolong beri kesempatan kami karena transaksi yang terjadi itu hampir 5.000 transaksi. Itu perlu waktu, saya tidak ingin gegabah dan teman-teman BPK sangat membantu kami. Kami ingin tahu siapa yang sangat bertanggung jawab, insya Allah dalam waktu dua bulan sudah diketahui siapa pelakunya," ungkapnya.

Ke-5.000 transaksi investasi tersebut di antaranya transaksi investasi reksadana, saham, dan pengalihan pendapatan.

Dalam mengusut tuntas kasus mega skandal Jiwasraya, kata Burhanuddin, diperlukan kehati-hatian dalam mengungkap kasus gagal bayar asuransi berpelat merah tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan identifikasi apakah ada kecurangan atau tidak.

"5.000 Transaksi itu yang seluruhnya sedang kita identifikasi apakah ada kecurangan atau tidak. Jadi jangan khawatir, itu yang sedang kami dalami," jelas Agung.

[Gambas:Video CNBC]







(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading