AS Tak Bombardir Iran, IHSG Masih Hijau di Akhir Sesi Satu

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
09 January 2020 12:32
Per akhir sesi satu, apresiasi indeks saham acuan di Indonesia tersebut adalah sebesar 0,23% ke level 6.239,74.
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan keempat di pekan ini, Kamis (9/1/2020), di zona hijau.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG menguat 0,37% ke level 6.248,66. Per akhir sesi satu, apresiasi indeks saham acuan di Indonesia tersebut adalah sebesar 0,23% ke level 6.239,74.

Kinerja IHSG senada dengan seluruh bursa saham utama kawasan Asia yang juga sedang melaju di zona hijau. Hingga berita ini diturunkan, indeks Nikkei terapresiasi 2,07%, indeks Shanghai menguat 0,47%, indeks Hang Seng naik 1,06%, indeks Straits Times terkerek 0,06%, dan indeks Kospi bertambah 1,18%.


Tensi antara AS dan Iran yang ternyata tak sepanas yang dikhawatirkan pelaku pasar menjadi faktor yang memantik aksi beli di bursa saham Benua Kuning.

AS Tak Bombardir Iran, IHSG Masih Hijau di Akhir Sesi SatuFoto: Demo Mengecam Tindakan AS Terhadap Iran di Pakistan (AP Photo/K.M. Chaudary)

Seperti yang diketahui, kemarin pagi waktu Indonesia (8/1/2019) Iran menembakkan misil ke dua markas militer AS di Irak. Diketahui, lebih dari selusin misil balistik diluncurkan oleh Iran ke dua markas militer AS tersebut. Serangan tersebut sudah dikonfirmasi oleh Pentagon.

"Jelas bahwa rudal ini diluncurkan dari Iran dan menargetkan setidaknya dua pangkalan militer Irak yang menampung personel militer dan koalisi AS di Al-Assad dan Irbil," kata juru bicara Pentagon pasca serangan.


Melansir CNBC International, setelah serangan Iran terjadi, Presiden AS Donald Trump mengadakan pertemuan dengan para penasihat utamanya di Gedung Putih. Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Presiden Mike Pence, Menteri Pertahanan Mark Esper, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Jenderal Angkatan Darat Mark Milley.

Serangan tersebut merupakan balasan dari Iran atas serangan yang sebelumnya diluncurkan oleh AS dan menewaskan Jenderal Qassim Soleimani. Seoleimani sendiri merupakan pemimpin dari Quds Force selaku satuan pasukan khusus yang dimiliki Revolutionary Guards (salah satu bagian dari pasukan bersenjata Iran).

Kemarin malam waktu Indonesia, Trump memberikan konferensi pers terkait serangan yang diluncurkan oleh Iran. Dirinya membantah klaim pemerintah Iran yang mengatakan bahwa ada sebanyak 80 tentara AS yang tewas dalam serangan tersebut.

"Tidak ada warga AS yang terluka dalam serangan rudal Iran," ujar Trump di Gedung Putih sebagaimana dilansir AFP, Kamis (9/1/2020).

Dirinya pun menyakini bahwa serangan tersebut merupakan serangan terakhir dari Iran.

"Iran tampaknya akan mundur, yang mana ini baik untuk semua pihak terkait," katanya.

Trump lantas memilih untuk menjatuhkan sanksi ekonomi baru terhadap Iran. Sanksi yang tidak dijelaskan secara detail ini, disebut Trump, nantinya akan berlaku sampai Iran mengubah perilakunya, terutama soal pengembangan nuklir.


"Iran harus meninggalkan ambisi nuklirnya dan mengakhiri dukungannya untuk terorisme," sebut Trump.

Perkembangan tersebut jelas memberikan kelegaan bagi pelaku pasar. Pasalnya, sebelumnya terdapat kekhawatiran bahwa AS akan balik menggempur Iran.

Untuk diketahui, sebelumnya pada Minggu pagi waktu Indonesia (5/1/2020) atau Sabtu malam waktu AS (4/1/2020), Trump memperingatkan Iran untuk tidak melakukan balasan atas pembunuhan Soleimani yang diotorisasi sendiri oleh dirinya. Kalau sampai peringatan tersebut tak diindahkan, Trump menyatakan akan menyerang sebanyak 52 wilayah sebagai balasan.

[Gambas:Video CNBC]



Damai Dagang AS-China Ikut Kerek Kinerja IHSG
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading