Awak Kabin Curhat, Kebijakan 'Kejam' Ari Askhara Dicabut!

Market - CNBC Indonesia, CNBC Indonesia
11 December 2019 15:35
Kebijakan itu salah satunya ialah tugas pergi pulang (PP) penerbangan jarak jauh alias tidak menginap.
Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mulai mencabut kebijakan yang dinilai 'kejam' oleh awak kabin. Kebijakan itu salah satunya ialah tugas pergi pulang (PP) penerbangan jarak jauh alias tidak menginap.

Kebijakan tersebut ada selama era kepemimpinan Direktur Utama I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara. Ari sudah dicopot dari jabatannya itu karena terjerat skandal penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton, bersama empat direksi lainnya.

"Flight dimaksud per hari ini sudah kita kembalikan seperti semula. Hal-hal lain sedang akan kami review," kata Vice President Awak Kabin Garuda Indonesia Roni Eka Mirsa, seperti dilansir dari detikcom.

Dia menuturkan, dikembalikannya kebijakan seperti semula ialah para awak kabin bisa menginap untuk penerbangan jarak jauh. Sementara untuk kebijakan yang dianggap kejam lainnya akan dikaji.


"Akan kembali menginap seperti semula," ujarnya.

Sebelumnya, para awak kabin Garuda Indonesia yang merasa tertekan selama era kepemimpinan Ari Askhara angkat suara dan menyampaikan sejumlah fakta ke Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sejumlah awak kabin yang tergabung dalam Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) yang mendatangi Kementerian BUMN Senin (9/12/2019). Para karyawan mengapresiasi langkah Menteri BUMN Erick Thohir mencopot Ari Askhara sebagai Dirut Garuda.

Sekretaris Jenderal IKAGI Jacqueline Tuwanakotta mengatakan bertemu dengan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga. Pertemuan tersebut akan membicarakan kondisi awak kabin Garuda selama kepemimpinan Ari Askhara.

"Banyak karyawan yang bersyukur, bahagia karena selama beliau memimpin banyak sekali kerusakan di Garuda Indonesia. Mereka takut ada yang terancam," kata Jacqueline di Kantor Kementerian BUMN, Senin (9/12/2019).

Awak Kabin Curhat, Kebijakan Ari Ashkhar yang 'Kejam' DicabutFoto: Perwakilan Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI), Hersanti (tengah) dan Adel (kiri) memberikan keretangan pers di Kantor BUMN (CNBC Indonesia/ Monica Wareza)

Jacqueline menuturkan jika ada awak kabin yang melakukan kesalahan minor langsung dipindahkan. Lalu, lanjut Jacgueline, kesalahan yang seharusnya hanya diberi sanksi pembinaan tiba-tiba langsung di grounded tidak boleh terbang.


Padahal, kisah Jacqueline, pada awal kepemimpinan Ari di Garuda, ia menjanjikan akan membangun relasi yang baik dengan awak kabin dan seluruh karyawan Garuda. "Tapi beberapa bulan beliau jalan, banyak kebijakan yang merugikan," katanya.

Awak kabin lainnya Hersanti, yang sudah bekerja selama 30 tahun menceritakan, bahwa dirinya tidak tidur selama 18 jam karena harus bertugas dalam penerbangan Jakarta-Melbourne (Australia).

"Saya kemarin baru terbang PP (pulang-pergi) Jakarta-Melbourne. Itu badan rasanya... Ini baru mendarat kemarin dan saya sampaikan ke sini bahwa badan saya tidak enak banget," kata Hersanti.

Hersanti ikut mendampingi Sekretaris Jenderal Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) Jacqueline Tuwanakotta bersama awak kabin lainnya menyambangi kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).


Lalu turut pula hadir Putri Adelia Pamela atau Adel yang menceritakan baru-baru ini dipindahkan tugaskan (out base) ke Makassar tanpa ada alasan yang jelas. Pemindahan itu dinilai tak sesuai dengan prosedur yang berlaku.

"Saya bertugas dari 2011 sebelumnya awak kabin yang home base di Jakarta lalu dimutasikan ke Makassar tanpa alasan yang jelas," kata Adel.

Dia menyebutkan, tak hanya dirinya, namun ratusan pramugari lainnya juga dipindahtugaskan. Kemudian jika mereka menolak untuk dipindahkan, maka akan diberikan hukuman berupa larangan terbang (grounded) atau diberikan surat peringatan (SP2).


Padahal, seharusnya untuk memindahtugaskan awak kabinnya terdapat prosedur khusus dan harus dilakukan secara terbuka dan transparan dari manajemen kepada pekerjanya.

Ini 5 direksi Garuda yang dicopot

[Gambas:Video CNBC]


(hps/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading