Jokowi: Proyek Infrastruktur Jangan Semuanya Diambil BUMN!

Market - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
10 December 2019 17:12
Jokowi: Proyek Infrastruktur Jangan Semuanya Diambil BUMN!

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kembali bahwa proyek proyek infrastruktur agar jangan semuanya diambil oleh perusahaan BUMN dan anak usahanya, bahkan cucu-cucu perusahaan pelat merah. Tujuannya agar swasta punya ruang untuk terlibat.

"Saya ingatkan kembali proyek-proyek infrastruktur agar jangan semuanya diambil oleh BUMN. Ini penting, saya garisbawahi. Dari proyek proyek yang besar-besar sampai yang kecil-kecil yang sering kali bukan hanya melibatkan anak anak BUMN tapi juga ke cucu-cucu BUMN," tegas Jokowi dalam Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Selasa (10/12/2019).

Rapat Terbatas pada Selasa siang ini digelar dengan topik 
Akselerasi Implementasi Program Infrastruktur.



"Berilah ruang yang lebih luas kepada swasta, kepada pengusaha lokal, kepada pengusaha kecil dan menengah, tenaga kerja lokal, agar terlibat dalam pembangunan infrastruktur. Saya yakin semangat kolaboratif kita akan mampu mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur kita," tegas Jokowi.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya lembaga pemeringkat Moody's Investors Services, dikutip Indonesia Investments, juga menilai pemerintah perlu mengurangi dominasi BUMN dalam proyek proyek pemerintah guna bertujuan untuk bisa menggenjot pertumbuhan ekonomi.

"Karena sektor swasta ragu untuk berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur, Indonesia sangat bergantung pada perusahaan konstruksi milik negara untuk membiayai program ini," tulis Moody's.

Beberapa BUMN yang bergerak di sektor ini di antaranya empat BUMN karya: PT PP Tbk (PTPP), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Empat perusahaan tersebut juga memiliki anak-anak usaha yang bergerak pada jasa penunjang kegiatan infrastruktur.

Hal ini pun sudah ditegaskan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam kesempatan sebelumnya.

"Kalau kita ingin meningkatkan produktivitas, teknologi, dan inovasi, aturan investasinya, utamanya FDI [penanaman modal asing], ini menjadi isu yang sangat kritikal. Investasi tidak akan datang kalau mereka lihat BUMN terlalu mendominasi," ujar Sri Mulyani di Aula Mezzanine, Gedung Kemenkeu, Jakarta, Kamis (1/8/2019).


Proyek infra 2020, bagaimana arus kas BUMN karya?

[Gambas:Video CNBC]

 

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading