Internasional

Cadev China Amblas Rp 126 T, Kok Bisa?

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
09 December 2019 14:58
Jumlah cadangan devisa (cadev) China turun sebesar US$ 9 miliar atau sekitar Rp 126 triliun (kurs Rp 14.000/dolar)
Jakarta, CNBC Indonesia - Jumlah cadangan devisa (cadev) China turun sebesar US$ 9 miliar atau sekitar Rp 126 triliun (kurs Rp 14.000/dolar), menjadi US$ 3,096 triliun pada November 2019.

Sebelumnya, pasar memperkirakan jumlah cadev China hanya akan turun sebanyak US$ 2 miliar menjadi US$ 3,103 triliun.


Penurunan jumlah cadev ini terjadi di tengah perang dagang yang sedang berlangsung antara Negeri Tirai Bambu dengan Amerika Serikat (AS).

"Penurunan cadangan devisa November disebabkan oleh perubahan nilai tukar global dan harga aset," kata regulator valuta asing negara tersebut Administrasi Valuta Asing Negara (SAFE), dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip AFP.

Namun begitu, dalam 11 bulan 2019 ini, jumlah cadev China justru mengalami kenaikan sebesar US$ 22,9 miliar atau 0,7% dari awal 2019.

Sementara itu, cadangan emas negara yang dipimpin Presiden Xi Jinping ini turun menjadi US$ 91,47 miliar pada akhir November dari US$ 94,65 miliar pada akhir Oktober.


Cadangan Devisa di China rata-rata sebesar US$ 1.053.559,71 juta dari tahun 1980 hingga 2019. Jumlah cadev China mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 3.993.212,72 juta pada Juni 2014 dan mencapai rekor terendah yaitu US$ 2.262 juta pada Desember 1980, sebagaimana dilaporkan bank sentral negara People's Bank of China (PBoC).

Sebelumnya, China telah diisukan dengan sengaja mendiversifikasi cadangan devisanya ke mata uang lain selain dolar AS, di tengah perang dagangnya yang sudah berlangsung selama setahun lebih dengan AS. Ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan negara pada dolar AS.

China juga membangun "cadangan bayangan" atau shadow reserves, seperti yang dikatakan analis ANZ Research.

"Meskipun China masih mengalokasikan porsi yang tinggi dari cadangan valasnya ke dolar AS ... laju diversifikasi ke mata uang lain kemungkinan akan lebih cepat ke depannya," kata ANZ dalam sebuah laporan, sebagaimana dilansir dari CNBC Internasional.


Untuk informasi, cadangan devisa adalah aset yang berada di bank sentral maupun otoritas moneter sebuah negara yang biasa digunakan untuk membiayai impor maupun kewajiban utang.

Cadangan devisa bisa berupa stok emas, sekuritas atau valuta asing yang dipegang oleh bank sentral. Naik turunnya cadangan ini diperoleh dari surplus atau defisitnya neraca pembayaran internasional (NPI).

[Gambas:Video CNBC]






(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading