IHSG Masih Hijau hingga Tengah Hari, Saham Konsumer Diborong!

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
09 December 2019 12:29
Per akhir sesi satu, apresiasi IHSG adalah sebesar 0,1% ke level 6.193,32.

Saham-saham konsumer masih berkontribusi dalam mendongkrak kinerja IHSG. Per akhir sesi satu, indeks sektor barang konsumsi menguat 0,06%, menjadikannya sektor dengan kontribusi positif terbesar keempat bagi IHSG.

Saham-saham konsumer yang diburu pelaku pasar pada perdagangan hari ini di antaranya: PT Tunas Baru Lampung Tbk/TBLA (+3,43%), PT Delta Djakarta Tbk/DLTA (+1,52%), PT Gudang Garam Tbk/GGRM (+1,23%), PT HM Sampoerna Tbk/HMSP (+0,96%), dan PT Multi Bintang Indonesia Tbk/MLBI (+0,95%).

Saham-saham konsumer diburu pelaku pasar seiring dengan kehadiran sentimen positif yakni rilis angka Indeks Keyakinan Konsumen (IKK).


Pada hari Kamis (5/12/2019), Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa IKK periode November 2019 berada di level 124,2, jauh meningkat dibandingkan IKK periode Oktober 2019 yang sebesar 118,4. IKK pada bulan lalu merupakan yang tertinggi dalam empat bulan.

Melejitnya optimisme konsumen pada bulan November disebabkan oleh kenaikan kedua komponen pembentuknya, yaitu Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi (IEK).

IKE pada bulan November tercatat sebesar 109,3, naik dari posisi bulan sebelumnya yang sebesar 104,8. Sementara itu, IEK pada bulan November tercatat sebesar 139,1, naik dari posisi bulan sebelumnya yang sebesar 132.

Naiknya IKK secara signifikan memberi sinyal bahwa masyarakat Indonesia akan secara signifikan meningkatkan konsumsinya menjelang libur hari raya Natal dan Tahun Baru.

Untuk diketahui, sebelumnya terdapat kekhawatiran yang besar bahwa tingkat konsumsi masyarakat Indonesia sedang berada di level yang sangat rendah. Hal ini tercermin dari rendahnya angka inflasi.

Pada awal bulan ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa sepanjang bulan November terjadi inflasi sebesar 0,14% secara bulanan (month-on-month), sementara inflasi secara tahunan (year-on-year) tercatat di level 3%.

Inflasi pada bulan November berada di bawah konsensus yang dihimpun oleh CNBC Indonesia. Median dari 12 ekonom yang ikut berpartisipasi dalam pembentukan konsensus memproyeksikan tingkat inflasi secara bulanan di level 0,2%, sementara inflasi secara tahunan diperkirakan berada di angka 3,065%.

Lantas, lagi-lagi inflasi Indonesia berada di bawah ekspektasi. Sebelumnya pada bulan Oktober, BPS mencatat bahwa terjadi inflasi sebesar 0,02% secara bulanan, sementara inflasi secara tahunan berada di level 3,13%.

Inflasi pada bulan Oktober berada di posisi yang lebih rendah ketimbang konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia yang memperkirakan adanya inflasi sebesar 0,12% secara bulanan, sementara inflasi secara tahunan diperkirakan sebesar 3,23%.

Kini, rilis angka IKK yang menggembirakan sukses memantik aksi beli atas saham-saham konsumer. Pada perdagangan hari Jumat, indeks sektor barang konsumsi telah menguat sebesar 0,96%.

Untuk diketahui, jika dihitung sejak akhir tahun 2018 hingga penutupan perdagangan hari Kamis, indeks sektor barang konsumsi sudah ambruk sebesar 20,77%.

TIM RISET CNBC INDONESIA

 



(ank/ank)
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading