Kisah Bambang Hartono: Punya Harta Rp522 T & Hobi Jajan!

Market - Tirta Widi & Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
08 December 2019 08:37
Walaupun menyandang predikat orang terkaya di Indonesia selama 11 tahun berturut-turut tak lantas membuat Bambang sombong.
Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa waktu lalu, Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di Indonesia. Sepuluh besar orang terkaya RI tahun ini masih dihiasi wajah yang sama seperti tahun lalu, tetapi ada perubahan peringkat.

Apabila total kekayaan sepuluh orang paling tajir di Indonesia digabung nilainya mencapai Rp 1.231,3 triliun. Nilai itu naik dibanding tahun lalu yang mencapai Rp 1.185,7 triliun.

Di posisi pertama, untuk sebelas tahun berturut-turut, masih ditempati oleh Hartono bersaudara, yaitu Robert Budi dan Michael Bambang, dengan nilai kekayaan Rp 522,2 triliun. Nilai kekayaan ini bertambah dari nilai sebelumnya, yaitu Rp 497 triliun.


Peningkatan nilai kekayaan pemilik Grup Djarum itu bertambah karena kenaikan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), milik kedua bersaudara ini, dalam kurun waktu setahun terakhir.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia hingga Kamis (5/12/2019), harga saham BCA dalam setahun naik 32,5%. Hartono bersaudara menguasai mayoritas saham BCA dengan porsi kepemilikan mencapai 54,94%.

Jika dibandingkan akhir tahun lalu, nilai kapitalisasi pasar BCA naik hingga lebih dari Rp 100 triliun. Per 28 Desember 2018, nilai kapitalisasi pasar BCA mencapai Rp 641 triliun. Hingga kemarin (4/12/2019) nilai kapitalisasi pasar BBCA menjadi Rp 784,6 triliun atau naik 22%. Dari sinilah mayoritas kekayaan Hartono bersaudara berasal.

Robert dan Michael tak hanya punya bisnis perbankan. Asal mula usaha kedua bersaudara itu dimulai dari usaha rokok PT Djarum, perusahaan rokok yang berkantor pusat di Kudus, Jawa Tengah. PT Djarum merupakan induk dari Grup Djarum yang membawahi banyak bisnis.

Di luar bisnis rokok kretek dan BCA, Grup Djarum juga memiliki usaha elektronika (Polytron), rumah studio produksi (Visinema Pictures), perkebunan (HPI Argo), perdagangan elektronik (Blibli.com).

Kemudian agen perjalanan daring (Tiket.com), media komunikasi (Djarum Media dengan nama Mola TV dan Super Soccer TV), makanan dan minuman (Savorita, dengan merek Yuzu), dan kopi (Sumber Kopi Prima, dengan merek Delizio Caffino).



Walaupun menyandang predikat orang terkaya di Indonesia selama 11 tahun berturut-turut tak lantas membuat Bambang sombong. Itulah kesan yang CNBC Indonesia peroleh saat menemuinya beberapa waktu lalu.

Bahkan Bambang langsung semangat ketika membicarakan soal kuliner dan jajanan makanan favorit. Apalagi mengenai menu sarapan favoritnya jika berada di Kudus, Jawa Tengah.

"Kalau pagi-pagi itu saya selalu cari lentog, enak sekali itu," ungkap Bambang.

Lentog adalah makanan seperti lontong sayur yang beralaskan daun pisang. Satu porsi lentog terdiri dari irisan lontong, tahu, tempe, dan sayur nangka.

Lebih lanjut, Bambang menyarankan untuk mengonsumsi Lentog dengan banyak cabai. Karena makanan itu paling enak disantap pedas-pedas.

"Saya kalau makan lentog, minimal cabe sepuluh," jelasnya dengan bersemangat.

Selain Lentog, Bambang mengaku lebih suka jajanan rakyat yang ada di pinggir-pinggir jalan, bukan makanan yang fancy favorit beberapa masyarakat kelas menengah atau kelas atas lainnya.

"Saya suka sate kambing, sop kambing. Itu semua saya paling tidak seminggu sekali makan, atau dua kali," kata Bambang.

Namun, dalam pengakuan itu, Bambang agak sedih karena kini ia agak susah menikmati jajanan-jajanan favorit. Hal tersebut dikarenakan semua orang mengenal wajahnya sejak turut serta dalam Asian Games 2018.

"Jadi, enggak bisa diam-diam lagi. Semua menyapa, waduh. Kalau begini mesti pakai wig atau brengos [brewok] buat menyamar besok-besok," ujarnya disusul dengan tawa.

Ini bukan artinya ia keberatan dikenal atau disapa banyak orang. Bambang hanya ingin menikmati makanan kesukaan dengan tenang layaknya masyarakat pada umumnya.

"Kalau sekarang banyak minta foto-foto," ungkapnya.

[Gambas:Video CNBC]


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading