Sentimen Positif AS-China Guyur Pasar, Harga SUN Bersinar

Market - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
05 December 2019 15:24
Harga obligasi rupiah pemerintah berbalik menguat pada perdagangan hari ini.
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga obligasi rupiah pemerintah berbalik menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (5/12/2019) di tengah semringahnya pasar keuangan global akibat ekspektasi terhadap prospek kesepakatan awal Amerika Serikat (AS)-China.

Penguatan terjadi setelah sebelumnya pasar surat utang negara (SUN) terkoreksi beruntun setidaknya sejak pertengahan November. 

Naiknya harga surat utang negara (SUN) itu tidak senada dengan koreksi yang terjadi di pasar surat utang pemerintah negara maju.

Data Refinitiv menunjukkan menguatnya harga SUN itu tercermin dari empat seri acuan (benchmark) yang sekaligus menurunkan tingkat imbal hasilnya (yield).

Pergerakan harga dan yield obligasi saling bertolak belakang di pasar sekunder, sehingga ketika harga naik maka akan menekan yield turun, begitupun sebaliknya. Yield yang menjadi acuan hasil investasi yang didapat investor juga lebih umum dijadikan acuan transaksi obligasi dibanding harga karena mencerminkan kupon, tenor, dan risiko dalam satu angka.


SUN adalah surat berharga negara (SBN) konvensional rupiah yang perdagangannya paling ramai di pasar domestik, sehingga dapat mencerminkan kondisi pasar obligasi secara umum. Keempat seri yang menjadi acuan pasar adalah FR0077 bertenor 5 tahun, FR0078 bertenor 10 tahun, FR0068 bertenor 15 tahun, dan FR0079 bertenor 20 tahun.

Seri acuan yang paling menguat adalah FR0078 yang bertenor 10 tahun dengan penurunan yield 4,9 basis poin (bps) menjadi 7,11%. Besaran 100 bps setara dengan 1%.

Kemarin, sentimen pasar berbalik menjadi positif karena AS-China dikabarkan sudah berkomunikasi lagi dan dinyatakan langkah keduanya sudah dekat dengan kesepakatan mengenai tarif impor.

Sentimen positif tersebut membuat investor global kembali menggemari obligasi pemerintah negara berkembang seperti Indonesia yang memiliki risiko lebih tinggi tetapi juga memiliki potensi keuntungan yang sama-sama lebih besar.

 

Yield Obligasi Negara Acuan 5 Dec'19

Seri


Jatuh tempo

Yield 4 Dec'19 (%)

Yield 5 Dec'19 (%)

Selisih (basis poin)

Yield wajar IBPA 4 Dec'19 (%)

FR0077

5 tahun

6.599

6.58

-1.90

6.5443

FR0078

10 tahun

7.168

7.119

-4.90

7.1483

FR0068

15 tahun

7.616

7.584

-3.20

7.5903

FR0079

20 tahun

7.742

7.729

-1.30

7.7388

Sumber: Refinitiv

Terkait dengan porsi investor di pasar SBN, data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu (DJPPR) terakhir menunjukkan investor asing menggenggam Rp 1.067,56 triliun SBN, atau 38,58% dari total beredar Rp 2.767 triliun berdasarkan data kemarin, yaitu per 3 November.

Angka kepemilikannya masih positif Rp 174,31 triliun dibanding posisi akhir Desember Rp 893,25 triliun, sehingga persentasenya masih naik dari 37,71% pada periode yang sama. Sejak akhir pekan lalu yang juga berarti bulan lalu, investor asing tercatat keluar dari pasar SUN senilai Rp 240 miliar.

Dari pasar surat utang negara maju, penguatan harga terjadi secara lebih dominan daripada yang terkoreksi sehingga yield mayoritas obligasi negara turun. Hal tersebut mencerminkan investor global sedang memburu obligasi pemerintah negara maju.

 

Yield Obligasi Tenor 10 Tahun Negara Maju & Berkembang

Negara

Yield 4 Dec'19 (%)

Yield 5 Dec'19 (%)

Selisih (basis poin)

Brasil (BB-)

6.855

6.82

-3.50

China (A+)

3.198

3.207

0.90

Jerman (AAA)

-0.316

-0.32

-0.40

Prancis (AA)

-0.008

-0.011

-0.30

Inggris Raya (AA)

0.742

0.742

0.00

India (BBB-)

6.461

6.572

11.10

Jepang (A)

-0.04

-0.038

0.20

Malaysia (A-)

3.435

3.436

0.10

Filipina (BBB)

4.639

4.639

0.00

Rusia (BBB)

6.4

6.4

0.00

Singapura (AAA)

1.74

1.755

1.50

Thailand (BBB+)

1.62

1.59

-3.00

Amerika Serikat (AAA)

1.781

1.762

-1.90

Afrika Selatan (BB+)

8.43

8.425

-0.50

(Peringkat) dari Fitch Ratings. Sumber: Refinitiv



TIM RISET CNBC INDONESIA

 


(irv/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading