Melesat Cuma Sehari Saja, Kurs Euro Kembali Malas Gerak

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
04 December 2019 20:25
Melesat Cuma Sehari Saja, Kurs Euro Kembali Malas Gerak
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar euro melawan dolar Amerika Serikat (AS) kembali malas bergerak (mager) dalam dua hari terakhir setelah melesat tinggi awal pekan lalu.

Pada Selasa kemarin, euro bergerak di rentang US$ 1,1064 - 1,1093, dan pada hari ini, Rabu (4/12/2019) juga masih berada dalam rentang tersebut, pada pukul 19:50 WIB, euro diperdagangkan di level US$ 1,1077, melemah 0,04% di pasar spot, melansir data Refinitiv.

Mager-nya euro sebenarnya sudah terjadi beberapa pekan terakhir. Volatilitas atau rentang pergerakan mata uang 19 negara ini ternyata berada di rekor terendah. Volatilitas euro melawan dolar AS (EUR/USD) yang dihitung menggunakan harga opsi tiga bulan, turun ke level 4,27%, yang menjadi rekor terendah, sebagaimana dilansir Reuters pada pekan lalu.




Reuters juga mewartakan rendahnya volatilitas tersebut membuat para trader kecewa. Trader biasanya mengharapkan volatilitas yang tinggi untuk meraih profit yang besar.



Sementara, kenaikan tajam pada Senin terjadi setelah testimoni Presiden European Central Bank (ECB) Christine Lagarde di hadapan Parlemen Eropa. Lagarde mengatakan akan mengkaji ulang kebijakan ECB dalam waktu dekat.

Mantan Direktur Pelaksana Dana Moneter International (International Monetary Fund/IMF) juga menyatakan keputusan yang diambil ECB pada September lalu menunjukkan potensi adanya efek samping kebijakan moneter.

Pada September, ECB yang masih dipimpin Mario Draghi memangkas suku bunga deposito (deposit facility) sebesar 10 basis poin (bps) menjadi -0,5%, sementara main refinancing facility tetap sebesar 0% dan suku bunga pinjaman (lending facility) juga tetap sebesar 0,25%.



Selain memangkas suku bunga, ECB juga mengaktifkan lagi program pembelian aset (surat berharga) atau yang dikenal dengan quantitative easing yang sebelumnya dihentikan pada akhir 2018.

Program pembelian aset kali ini dimulai pada 1 November lalu dengan nilai 20 miliar euro per bulan. Quantitative easing kali ini tanpa batas waktu, artinya akan terus dilakukan selama dibutuhkan untuk memberikan stimulus bagi perekonomian zona euro.

Testimoni Lagarde memberikan kemungkinan stimulus moneter akan dihentikan lebih cepat, atau setidaknya akan memberikan gambaran kapan QE akan dihentikan. Dampaknya euro melesat naik Senin lalu. 

TIM RISET CNBC INDONESIA 

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading