Trump Bikin Dunia Gonjang-ganjing, Harga Obligasi RI Ambyar

Market - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
04 December 2019 11:56
Trump Bikin Dunia Gonjang-ganjing, Harga Obligasi RI Ambyar
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga obligasi rupiah pemerintah kembali terkoreksi hari ini di tengah perang dagang yang semakin melebar dari yang awalnya Amerika Serikat (AS)-China saja hingga ke negara-negara Amerika Selatan dan Eropa.

Turunnya harga surat utang negara (SUN), berbanding terbalik dengan apresiasi yang terjadi di pasar surat utang pemerintah negara lain.

Data Refinitiv menunjukkan terkoreksinya harga SUN itu tercermin dari empat seri acuan (benchmark) yang sekaligus menaikkan tingkat imbal hasilnya (yield).


Pergerakan harga dan yield obligasi saling bertolak belakang di pasar sekunder, sehingga ketika harga naik maka akan menekan yield turun, begitupun sebaliknya. Yield yang menjadi acuan hasil investasi yang didapat investor juga lebih umum dijadikan acuan transaksi obligasi dibanding harga karena mencerminkan kupon, tenor, dan risiko dalam satu angka.

SUN adalah surat berharga negara (SBN) konvensional rupiah yang perdagangannya paling ramai di pasar domestik, sehingga dapat mencerminkan kondisi pasar obligasi secara umum. Keempat seri yang menjadi acuan pasar adalah FR0077 bertenor 5 tahun, FR0078 bertenor 10 tahun, FR0068 bertenor 15 tahun, dan FR0079 bertenor 20 tahun.

Seri acuan yang paling melemah adalah FR0077 yang bertenor 5 tahun dengan kenaikan yield 2,8 basis poin (bps) menjadi 6,61%. Besaran 100 bps setara dengan 1%.

Yield Obligasi Negara Acuan 4 Dec'19

Seri

Jatuh tempo

Yield 3 Dec'19 (%)

Yield 4 Dec'19 (%)

Selisih (basis poin)

Yield wajar IBPA 3 Dec'19 (%)

FR0077

5 tahun

6.583

6.611

2.80

6.5701

FR0078

10 tahun

7.176

7.164

-1.20

7.1534

FR0068

15 tahun

7.606

7.618

1.20

7.564

FR0079

20 tahun

7.739

7.75

1.10

7.7423

Sumber: Refinitiv



Terkait dengan porsi investor di pasar SBN, data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu (DJPPR) terakhir menunjukkan investor asing menggenggam Rp 1.068,03 triliun SBN, atau 38,6% dari total beredar Rp 2.767 triliun berdasarkan data per 2 Desember.

Angka kepemilikannya masih positif Rp 174,78 triliun dibanding posisi akhir Desember Rp 893,25 triliun, sehingga persentasenya masih naik dari 37,71% pada periode yang sama. Sejak akhir pekan lalu, investor asing tercatat masuk ke pasar SUN senilai Rp 230 miliar.

Dari pasar surat utang negara berkembang dan negara maju, penguatan harga terjadi secara luas sehingga yield mayoritas obligasi negara turun.

Hal tersebut mencerminkan investor global sedang memburu obligasi pemerintah karena sedang dibekap sentimen negatif terkait dengan sifat instrumen utang yang dinilai lebih aman dibanding pasar ekuitas.

 

Yield Obligasi Tenor 10 Tahun Negara Maju & Berkembang

Negara

Yield 3 Dec'19 (%)

Yield 4 Dec'19 (%)

Selisih (basis poin)

Brasil

6.93

6.855

-7.50

China

3.243

3.19

-5.30

Jerman

-0.345

-0.351

-0.60

Prancis

-0.043

-0.041

0.20

Inggris

0.671

0.672

0.10

India

6.461

6.455

-0.60

Jepang

-0.021

-0.034

-1.30

Malaysia

3.447

3.439

-0.80

Filipina

4.679

4.679

0.00

Rusia

6.43

6.44

1.00

Singapura

1.77

1.745

-2.50

Thailand

1.62

1.58

-4.00

Amerika Serikat

1.709

1.726

1.70

Afrika Selatan

8.485

8.48

-0.50

Sumber: Refinitiv


TIM RISET CNBC INDONESIA

(irv/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading