Didekati BEI Agar IPO, Ini Respons Traveloka

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
03 December 2019 15:14
Didekati BEI Agar IPO, Ini Respons Traveloka Foto: REUTERS/Beawiharta

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Trinusa Travelindo (Traveloka) menyebutkan langkah melepas saham lewat skema penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) adalah salah satu aksi korporasi yang positif yang bisa dilakukan perusahaan. Namun, saat ini perusahaan belum memprioritaskan IPO.

Public Relation Director Traveloka Sufintri Rahayu mengatakan meski IPO merupakan sebuah langkah positif, perusahaan masih fokus untuk melakukan pengembangan bisnis. Dengan demikian, divestasi saham ini masih belum menjadi prioritas.

"IPO merupakan aksi korporasi yang positif, yang dilakukan sebuah perusahaan. Namun saat ini prioritas utama kami masih fokus mengembangkan misi untuk melayani users kami melalui produk dan layanan end-to-end travel, lifestyle & financial services," kata Sufintri kepada CNBC Indonesia, Selasa (3/12/2019).



Dia menjelaskan, saat ini perusahaan terus memfokuskan pada layanan konsumen melalui produk-produk wisata yang dimilikinya.

Sebelumnya Bursa Efek Indonesia (BEI) terus aktif mengajak seluruh perusahaan rintisan (startup) yang sudah menjadi unicorn di Indonesia, termasuk Traveloka, untuk melakukan IPO di bursa saham Indonesia.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI IGD N Yetna Setia mengatakan Bursa dan pemerintah sudah memberikan insentif untuk perusahaan yang melakukan IPO di dalam negeri. Selain untuk menambah jumlah emiten, juga untuk menarik minat perusahaan ini mau mencatatkan saham di dalam negeri.


"Kita sudah berapa kali ketemu sama Traveloka, sebelum pernyataan disampaikan sudah ketemu, kami tunggu dari mereka. Sudah semua yang kamu sebutkan [startup unicorn] sudah ketemu," kata Yetna di Gedung BEI, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Menurut dia, Bursa akan terus melakukan komunikasi dengan perusahaan-perusahaan tersebut untuk mengidentifikasi kendala lainnya yang menghalangi eksekusi aksi korporasi tersebut.

"Kan ada pajak [pajak IPO dan keringanan pajak dividen] sudah ada Omnibus Law, kita bahas itu ... Kita [bursa] dalam posisi follow up ke mereka untuk cari jalan keluar," imbuhnya.

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading