Selamat Jalan Pak Ci, Engkau Menyusul Sahabatmu: Sukamdani

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
27 November 2019 12:29
Kini, Ciputra menyusul sahabatnya: Sukamdani.

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketika pengusaha nasional Sukamdani Sahid Gitosardjono, pendiri Grup Sahid, meninggal dunia pada Kamis 21 Desember 2017, Ciputra mengungkapkan kesannya yang begitu dalam: "Dia [Sukamdani] begitu mencintai bangsa kita, negara kita," kata Ciputra saat itu seperti dikutip dari media massa. 

"Dia berbuat semua untuk negara," ungkapnya.

Kini, Ciputra menyusul sahabatnya: Sukamdani. Taipan properti ini meninggal dunia pada pukul 01.05 waktu Singapura, Rabu ini 27 November 2019.

Ciputra lewat Grup Ciputra dan Sukamdani via Grup Sahid memang dua mitra bisnis yang sudah malang melintang di Tanah Air dan keduanya sukses membangun bisnis mereka. Keduanya bahkan berkongsi di bidang media pada 1985 ketika mendirikan harian ekonomi Bisnis Indonesia lewat bendera PT Jurnalindo Akrasa Grafika.

Sosok Mendiang Ciputra di Mata Grup SahidFoto: Hariyadi Sukamdani, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) (CNBC Indonesia/Lynda Hasibuan)


Selain kedua tokoh bisnis ini, beberapa nama juga menopang pendirian harian ekonomi yang terbit pertama kali pada 14 Desember 1985 ini yakni Anthony Salim (Grup Salim) dan mendiang Eric Samola.

"Hubungan antara Sahid dan almarhum Pak Ciputra begitu panjang, mitra bisnis, beliau [juga] sahabat, menjadi keluarga," ungkap Hariyadi B Sukamdani, putra almarhum Sukamdani, yang juga Direktur Utama PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID), kepada CNBC Indonesia, Rabu ini (27/11/2019).


Hariyadi mengatakan pelajaran bisnis yang patut dicontoh dari Ciputra adalah bagaimana sosok mendiang Ciputra mampu memberikan energi, semangat yang tinggi dalam berbisnis, mengembangkan usaha. "Mimpi besar itu dibuktikan betul, beliau menjadi pionir untuk bisnis properti," kata Hariyadi.

Selain semangat, inspirasi Ciputra juga datang dari cara almarhum dalam mengembangkan kewirausahaan di Tanah Air, memberikan perhatian lebih pada enterpreneurship karena menganggap majunya Indonesia bisa dengan menciptakan para wirausahawan baru.

"Setelah mundur dari bisnis, beliau memberikan perhatian di bidang wirausaha. Beliau berfikir, Indonesia akan lebih maju kalau kewirausahaan lebih banyak," kata Ketua Umum Apindo ini.

Pelajaran bisnis penting dari Ciputra ialah kemampuan dalam adaptasi dan menyesuaikan bisnis dengan kondisi dan perkembangan zaman serta kemampuan dalam regenerasi bisnis. "Nah itu yang bisa kita ambil, bagaimana beliau adaptif, menyesuaikan perubahan, dinamika yang ada, dan regenerasi, menyiapkan tim profesional."


Sosok Mendiang Ciputra di Mata Grup SahidFoto: DR.(HC).Ir Ciputra/dok Ciputra Group


Mengacu sejarah perusahaan di situs Ciputra Group, taipan kelahiran Sulawesi 24 Agustus 1931 ini mendirikan perusahaannya pada 1981, tepatnya 22 Oktober 1981, dengan nama perusahaan PT Citra Habitat Indonesia. Pada tahun 1990, Ciputra mengubah nama perusahaan menjadi PT Ciputra Development, yang kemudian dikenal sebagai salah satu perusahaan properti terdepan dan paling terdiversifikasi di Indonesia.


Seiring dengan perkembangan usaha, pada tahun 1994 perseroan melakukan penawaran umum perdana pada Bursa Efek Indonesia (pada saat itu masih bernama Bursa Efek Jakarta). Grup usaha Ciputra lainnya adalah PT Ciputra Surya Tbk, dan PT Ciputra Property Tbk. Namun pada tahun 2016, PT Ciputra Surya Tbk kembali bergabung dengan induk, PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

Kini, setelah Ciputra tiada, CTRA telah mengembangkan sekitar 76 proyek yang meliputi perumahan, apartemen, pusat perbelanjaan, hotel, lapangan golf, rumah sakit dan perkantoran yang tersebar di lebih dari 33 kota besar di seluruh Indonesia.

Simak perjalanan hidup Ciputra, selamat jalan Pak Ci

[Gambas:Video CNBC]




(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading