Laju Kredit Tertahan, Bisakah Ekonomi RI Tumbuh 5,1% di 2019?

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
24 November 2019 15:15
Target pertumbuhan ekonomi 2019 sebesar 5,1% mengacu kepada hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, pekan lalu.
Melihat kondisi tersebut, tentu timbul pertanyaan. Dapatkah pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1% di tahun ini?

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa perekonomian Indonesia hanya tumbuh sebesar 5,02% secara tahunan pada kuartal III-2019, di mana ini merupakan angka pertumbuhan ekonomi kuartalan terendah di tahun ini.

Pada kuartal I-2019 perekonomian Indonesia tercatat tumbuh sebesar 5,07% secara tahunan, diikuti pertumbuhan sebesar 5,05% secara tahunan pada kuartal II-2019.


Alhasil, untuk mencapai target pertumbuhan tahunan 5,1%, maka pada kuartal terakhir tahun ini laju pertumbuhan ekonomi Ibu Pertiwi harus tumbuh 5,26% secara tahunan. Angka yang terbilang sulit dicapai dengan situasi pertumbuhan ekonomi global yang masih melambat. Terlebih lagi mengingat dunia usaha menahan ekspansi.



Penurunan penyaluran kredit modal kerja secara tidak langsung mencerminkan bahwa korporasi menahan laju ekspansinya. Ketika ekspansi usaha tertahan, tentu roda perekonomian tidak dapat melaju maksimal.

Dunia usaha tampaknya menahan ekspansi mereka mengingat permitaan domestik cenderung lesu dan belum mengindikasikan pemulihan.

Sepanjang September tahun ini, penjualan ritel hanya dapat tumbuh 0,7% YoY. Melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 1,1% dan menjadi laju terlemah sejak Juni 2019.

Kemudian, BPS mencatat konsumsi rumah tangga tumbuh melambat dengan hanya tumbuh 5,01% YoY pada kuartal III-2019 dari sebelumnya tumbuh 5,17% YoY di kuartal II-2019. Ini menjadi laju terlemah sejak setahun lalu, tepatnya kuartal III-2018.

Perlambatan konsumsi rumah tangga terjadi hampir di seluruh aspek pengeluaran, terutama pakaian, alas kaki dan jasa perawatan.

Apabila demikian kenyataannya, bisakah realisasi ekonomi RI tumbuh 5,1% sepanjang tahun ini? Kita nantikan....

TIM RISET CNBC INDONESIA


(miq/miq)
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading