Genjot Bisnis Gadai, Produsen Emas Rilis Obligasi Rp 600 M

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
19 November 2019 16:24
Genjot Bisnis Gadai, Produsen Emas Rilis Obligasi Rp 600 M
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten produsen perhiasan emas PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) merilis Obligasi Berkelanjutan I Hartadinata Abadi Tahap I Tahun 2019 senilai Rp 600 miliar sebagai bagian dari tahap pertama Penawaran Berkelanjutan dengan nilai total mencapai Rp 1 triliun.

Mengacu prospektus perusahaan yang dipublikasikan perseroan Selasa ini (19/11/2019), Hartadinata menunjuk PT Bahana Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dan wali amanat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

Obligasi tahap pertama ini dijamin dengan kesanggupan penuh dengan jangka waktu 5 tahun terhitung sejak tanggal emisi dengan tingkat suku bunga yang masih dalam perhitungan dengan penjamin emisi (underwriter).



Masa penawaran awal dilakukan pada 20-26 November, perkiraan tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2 Desember, dan perkiraan masa penawaran umum pada 4-5 Desember mendatang. Perseroan menargetkan tanggal pencatatan obligasi ini bisa dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Desember 2019.

Dana hasil obligasi, menurut perseroan, sebesar Rp 142,50 miliar akan dipakai untuk membayar sebagian saldo utang pokok atas pinjaman yang diterima dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

Lainnya, sebanyak Rp 120 miliar akan digunakan untuk modal kerja perusahaan anak yang akan disalurkan dalam bentuk pinjaman kepada PT Gadai Cahaya Dana Abadi (perusahaan pergadaian) dengan tingkat bunga yang besarannya mininum sama dengan tingkat bunga obligasi dan jatuh tempo yang sama dengan obligasi.


"Sisa dana akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja perseroan dalam rangka peningkatan utilisasi dari keempat pabrik yang dimiliki perseroan," tulis manajemen HRTA, dalam prospektusnya.

Hartadinata mencatatkan saham perdana (IPO) dan tercatat di BEI pada 21 Juni 2017. Ketika itu total saham yang ditawarkan Hartadinata kepada publik sekitar 1,105 miliar saham yang keseluruhannya merupakan saham baru, dengan harga IPO Rp 300/saham dan meraih dana Rp 330 miliar.

Pada perdagangan Selasa ini (19/11/2019), sesi II jelang penutupan, saham HRTA minus 0,68% di level Rp 294/saham. Year to date, saham HRTA terkoreksi 3,92%.


Simak kinerja emiten emas

[Gambas:Video CNBC]



(tas/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading