Internasional

Wah, Nike Setop Jualan Produk di Amazon, Ada Apa?

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
14 November 2019 12:14
Wah, Nike Setop Jualan Produk di Amazon, Ada Apa?

Jakarta, CNBC Indonesia - Merek sepatu olahraga populer Nike, yang diproduksi Nike Inc, akan berhenti menjual produknya di toko online Amazon. Hal ini dilakukan perusahaan sepatu asal Amerika Serikat (AS) itu untuk meningkatkan penjualan langsung di toko online dan offline-nya sendiri.

"
Sebagai bagian dari fokus Nike pada peningkatan pengalaman konsumen melalui hubungan pribadi yang lebih langsung, kami telah membuat keputusan untuk menyelesaikan uji coba kami saat ini dengan Amazon Retail," kata juru bicara Nike kepada CNBC International dalam sebuah pernyataan melalui email, Kamis (14/11/2019).

"
Kami akan terus berinvestasi dalam kemitraan yang kuat dan khas untuk Nike dengan pengecer dan platform lainnya untuk melayani konsumen global kami dengan lancar," tambahnya.


Akibat kebijakan manajemen ini, saham Nike berkode NKE di Bursa New York Stock Exchange (NYSE) menguat 2% di di level US$ 91,29/saham pada perdagangan Rabu kemarin (13/11/2019) atau Kamis pagi waktu Indonesia.

Nike dan Amazon pertama kali menjalin kerja sama penjualan pada tahun 2017. Nike setuju menjual produk dengan jumlah terbatas di Amazon, dengan syarat bahwa Amazon akan meningkatkan pengawasan terhadap kasus pemalsuan dan tiruan dari produknya.

Produk-produk yang dijual Nike di Amazon termasuk sepatu, pakaian dan aksesoris olahraga.

Sebanyak 30% dari total penjualan tahunan Nike berasal dari bisnis langsung ke konsumen.

Pada tahun fiskal yang berakhir pada 31 Mei 2019, penjualan langsung ke konsumen Nike mencapai US$ 11,8 miliar atau sekitar Rp 165 triliun (estimasi kurs Rp 14.000/dolar).



Jumlah itu diperoleh dari lonjakan 35% dalam penjualan online dan pertumbuhan penjualan di toko atau offline sebesar 6%.

Sementara itu, penjualan grosir (wholesale customer sales) tumbuh 10% selama periode yang sama. Secara total, pendapatan Nike di tahun fiskal 2019 adalah sebesar US$ 39,1 miliar atau Rp 547 triliun.


Simak cuan di bisnis sepatu

[Gambas:Video CNBC]

(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading