Positifnya Inflasi AS Jegal Upaya Penguatan Emas

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
13 November 2019 21:06
Positifnya Inflasi AS Jegal Upaya Penguatan Emas
Jakarta, CNBC Indonesia - Penguatan harga emas dunia mendapat hambatan pertama pada perdagangan hari ini, Rabu (13/11/19). Sejak pagi tadi, logam mulia ini memang terus berusaha bangkit dari keterpurukan sejak pekan lalu, tapi data inflasi AS menjegal kenaikan emas.

Pada pukul 20:36 WIB, emas diperdagangkan di kisaran US$ 1.462,28/troy ons di pasar spot, melansir data Refinitiv. Sebelumnya siang tadi emas sempat menguat 0,65% ke level US$ 1.466,41/troy ons.

Data dari AS menunjukkan inflasi di bulan Oktober tumbuh 0,4% month-on-month (MoM), dibandingkan sebelumnya yang stagnan 0%. Sementara inflasi inti, yang tidak memasukkan sektor makanan dan energi dalam perhitungan tumbuh 0,2% MoM, lebih tinggi dari bulan sebelumnya 0,1% MoM.




Kenaikan inflasi tersebut tentunya menguatkan sikap bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) untuk menghentikan periode pemangkasan suku bunga. Inflasi merupakan salah satu indikator utama yang digunakan The Fed dalam menentukan suku bunga.

Emas kini harus menghadapi tantangan selanjutnya yakni testimoni ketua The Fed, Jerome Powell di hadapan Kongres AS mulai pukul 23:00 WIB. Powell kemungkinan akan menegaskan sikapnya untuk menahan suku bunga kecuali ekonomi AS memburuk.



The Fed sudah tidak kali memangkas suku bunga di tahun ini masing-masing sebesar 25 basis poin, dan suku bunga (Federal Funds Rate/FFR) saat ini sebesar 1,5-1,75%.

Kali terakhir The Fed memangkas suku bunga pada akhir Oktober lalu, tetapi kala itu Powell mengindikasikan suku bunga tidak akan dipangkas lagi, kecuali perekonomian AS memburuk. Sikap The Fed tersebut membuat harga emas anjlok 3,7% sepanjang pekan lalu hingga menyentuh level terlemah tiga bulan. 




Pemangkasan suku bunga oleh The Fed menjadi salah satu pemicu reli emas di tahun ini hingga mencapai level tertinggi dalam lebih dari enam tahu terakhir US$ 1.557/troy ons pada awal September lalu. Ketika The menghentikan pemangkasan suku bunga, maka "bahan bakar" emas untuk terus naik menjadi berkurang.

Sementara itu Presiden Trump dalam pidatonya di acara Economic Club of New York Selasa waktu setempat kembali menyerang The Fed dan meminta suku bunga untuk terus diturunkan. agar AS bisa kompetitif di pasar global.

"Kita secara aktif berkompetisi dengan negara-negara yang terbuka memangkas suku bunga sehingga banyak yang dibayar ketika melunasi pinjaman mereka, atau yang dikenal dengan suku bunga negatif" kata Trump sebagaimana dilansir CNBC International. "Siapa yang pernah mendengar hal tersebut?" tanya Trump kepada audience.

"Berikan saya itu. Berikan saya uang itu. Saya ingin uang itu. Bank sentral kita tidak mengizinkan kami melakukan itu" kata Trump.

TIM RISET CNBC INDONESIA




(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading