Bursa Asia Menghijau, IHSG Malah K.O Sepekan!

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
09 November 2019 13:49
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat pada perdagangan Jumat (8/11/19) kemarin, tetapi jika dilihat sepanjang pekan ini masih mencatat pelemahan sebesar 0,47%. Dalam 5 hari perdagangan, IHSG tercatat menguat dua kali saja.

Penguatan tajam terjadi pada hari Selasa (5/11/19), IHSG melesat 1,36% mengakhiri perdagangan di level 6.264,152. Sementara pada Jumat kemarin, bursa saham kebanggaan Tanah Air ini menguat 0,2% di level 6.177,986.

Sementara pada Senin, Rabu, dan Kamis, IHSG terkoreksi cukup dalam 0,43%, 0,74%, dan 0,84%.




Dengan pelemahan di pekan ini, IHSG telah mencatat penurunan 2 minggu beruntun dan menyentuh level terlemah sejak 14 Oktober.

Sepanjang pekan ini, investor asing juga melakukan aksi jual bersih sebesar Rp 1,96 triliun. Namun sepanjang tahun 2019, investor asing masih tercatat beli bersih sebesar Rp 45,35 triliun.

Performa IHSG di pekan ini terbilang mengecewakan di saat bursa saham utama Asia lainnya menghijau, bahkan dengan kenaikan yang signifikan.

Berikut pergerakan bursa saham utama Asia pekan ini.



Beberapa data dari dalam negeri yang dirilis pekan ini sebenarnya cukup bagus. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III-2019 mencapai 5,02%, di atas ekspektasi pelaku pasar yang disurvei Bloomberg sebesar 5%.

Kemudian Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa per 31 Oktober 2019 tercatat sebesar US$ 126,7 miliar. Angka ini meningkat US$ 2,4 miliar dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat US$ 124,3 miliar.


BI melaporkan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan III-2019. Pada periode tersebut, NPI mencatatkan defisit US$ 46 juta lebih rendah dibandingkan dengan defisit pada triwulan sebelumnya sebesar US$ 2,0 miliar.

Sementara Defisit neraca transaksi berjalan (CAD/Current Account Deficit) membaik. CAD triwulan III tercatat sebesar US$ 7,7 miliar atau 2,7% dari produk domestik bruto (PDB), dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 2,9% dari PDB.

Dari sisi eksternal, harapan akan ditandatanganinya kesepakatan dagang Amerika Serikat dengan China sebenarnya mengalami pasang surut. Tetapi pelaku pasar sepertinya tetap optimis kedua negara pada akhirnya akan menandatangani kesepakatan tersebut.

Meski demikian, sentimen-sentimen tersebut belum sanggup mengangkat performa IHSG di pekan ini.

Saham Perbankan dan Konsumer Bebani IHSG
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading