Internasional

Penyebab Perang Dagang karena AS Takut Dikalahkan China?

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
04 November 2019 17:17
AS takut ekonominya dikalahkan China
Ivanovitch juga mengatakan Jepang dan Jerman cukup banyak terdampak oleh perang dagang AS-China. Ia mengatakan, Kementerian keuangan Jepang mengumumkan pekan lalu bahwa rata-rata pertumbuhan tahunan Jepang adalah 0,6% pada tahun ini hingga Juni.

Namun begitu Jepang tidak berencana untuk menyuntikkan stimulus untuk menopang perekonomiannya yang lesu, tambahnya.

Jerman juga demikian, tambahnya. Meski ekonominya terus melambat dalam beberapa bulan terakhir, namun negara ini mengatakan belum perlu membuat kebijakan untuk mendorong ekonominya, yang juga diperkirakan akan mandek di bulan-bulan mendatang.


"Jepang ternyata melakukan bisnis yang cepat dengan AS dan China. Dalam delapan bulan pertama tahun ini, ekspor Jepang ke China mencapai US$ 86,4 miliar, hampir menyamai ekspor ke AS yang sebesar US$ 94,6 miliar. Kedua negara saat ini menyumbang hampir 40% dari total penjualan Jepang di luar negeri," katanya.

Berdasarkan hal itu, Ivanovitch pun beranggapan bahwa China kemungkinan akan bisa menyamai AS dalam hal perdagangan, yang mungkin menjadi kekhawatiran AS. Namun, ia mengatakan perang dagang bukanlah jalan yang tepat bagi kedua negara untuk bersaing.

"AS akan disarankan untuk membuat kesepakatan perdagangan yang cepat dengan China dan untuk mengurangi retorika anti-China yang serampangan dan kontraproduktif," katanya.

"China, pada bagiannya, harus memahami bahwa neraca perdagangannya yang seimbang dengan AS adalah titik tolak untuk hubungan konstruktif yang bisa dijalani oleh kedua negara dan itu bisa sangat bermanfaat bagi negara-negara lain di dunia," jelas pria yang juga merupakan ekonom senior di OECD di Paris, ekonom internasional di Federal Reserve Bank New York, dan pengajar ekonomi di Columbia Business School itu.

(sef/sef)
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading