Ekspansif! Indika Fokus Kembangkan 2 Perusahaan Startup IT

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
31 October 2019 12:20
Ekspansif! Indika Fokus Kembangkan 2 Perusahaan Startup IT

Jakarta, CNBC Indonesia - Grup Indika Energy akhirnya mendiversifikasi lini bisnis dan masuk ke perusahaan rintisan (startup) di bidang teknologi melalui ekspansi dua anak usahanya PT Xapiens Technology Indonesia (enterprise IT) dan PT Zebra Cross Technology (jasa teknologi digital).

"Masuk ke startup merupakan swicthing dari bisnis perusahaan IT. Kami mau di spin-off [dipisahkan] dan sediakan solusi bagi perusahaan di RI," kata Purbaja Pantja, Chief Investment Officer (CIO) Indika Energy, dalam pertemuan terbatas dengan media di Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Dia menjelaskan Zebra Cross bertujuan untuk membantu perusahaan melakukan transformasi lebih ke digital, agar perusahaan bisa lebih efisien dalam operasinya.



Diversifikasi ini dilakukan Grup Indika dengan tujuan melebarkan peluang bisnis mengingat tantangan di bisnis utama yakni pertambangan cukup tinggi di tengah fluktuasi harga komoditas tambang dan kondisi geopolitik yang tidak pasti.

Xapiens didirikan pada tahun 2018 sebagai penyedia layanan informasi, komunikasi, dan teknologi informasi termasuk IT user support, enterprise IT dan IT business consulting. Adapun Zebra Cross akan mengembangkan teknologi 4.0 nya melalui otomasi dan analisis data yang akan menunjang transformasi bisnis ke arah digital.


Dalam kesempatan tersebut, CEO Indika Energy, Aziz Armand mengatakan industri batu bara Indonesia 2019 memang lebih menantang dibanding 2018.

"Permintaan cenderung
flat. Produksi naik karena tidak terlalu banyak hujan atau kering. Produksi batu bara global naik sehingga cenderung oversupply. Produksi domestik melebihi target dan tahun lalu. Ini membuat harga baru bara merosot," katanya.

Namun pihaknya tetap optimistis dengan prospek bisnis perusahaan. "Kami tetap optimistis dengan prospek dan fundamental industri batu barau ke depan walaupun volatilitas harga batu bara berlanjut. INDI memiliki aspirasi untuk memberikan nilai tambah yang optimal dan berkelanjutan untuk seluruh pemangku kepentingan, juga berkontribusi lebih besar kepada pembangunan Indonesia."

Selain masuk ke bisnis startup, Indika juga terus melakukan diversifikasi usaha di bidang yang terkait dengan kompetensi dan portofolio bisnis saat ini yakni peryambangan.


Setelah pada akhir 2018 perseroan melakukan investasi di saham dengan kepemilikan 19,9% pada Nusantara Resources Limited yang merupakan induk dari Masmindo Dwi Area. Pada periode 31 Juli-20 September 2019 India Energy menambah porsi saham di Nusantara sebesar 1,12% sehingga menjadi 21,02%. Masmindo memegang konsesi pertambangan emas proyek Awak Mas di Sulawesi Selatan.

Dari sisi kinerja, induk Grup Indika, PT Indika Energy Tbk (INDY), membukukan kinerja yang belum positif sepanjang 9 bulan pertama tahun ini atau per September 2019 seiring dengan adanya amortisasi dari akuisisi PT Kideco Jaya Agung.

Manajemen mengumumkan pada periode tersebut, Indika mencatatkan rugi bersih konsolidasi sebesar US$ 8,6 juta atau setara dengan Rp 120,40 miliar (asumsi kurs Rp 14.000/uS$). Mengacu laporan keuangan per September 2018, Indika mampu membukukan laba bersih US$ 112,17 juta atau Rp 1,57 triliun, naik dari September 2017 US$ 81,36 juta.

"Di kuartal III, US$ 8,6 juta rugi konsolidasi. Secara buku kami membukukan kerugian karena memasukkan faktor amortisasi dari pembelian Kideco," kata Aziz Armand.

Dia menjelaskan sepanjang tahun ini hingga September, pendapatan yang diraih perseroan mencapai US$ 2,08 miliar atau Rp 29 triliun, turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu US$ 2,18 miliar. Pada September 2017, pendapatan INDY masih US$ 694,68 juta.

Pada akhir 2017, Indika yang juga memiliki anak usaha PT Petrosea Tbk (PTRO) ini, bersama anak perusahaan yang dimiliki penuh, yaitu PT Indika Inti Corpindo, menuntaskan transaksi pembelian tambahan 45% saham PT Kideco Jaya Agung (Kideco) dari Samtan Co., Ltd. (Samtan) dan PT Muji Inti Utama (Muji).

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading