7 Tahun Merugi Beruntun, KRAS Jadi Prioritas Erick Thohir

Market - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
30 October 2019 15:43
7 Tahun Merugi Beruntun, KRAS Jadi Prioritas Erick Thohir
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memprioritaskan masalah yang membelit perusahaan baja PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) untuk segera diselesaikan mengingat kondisi perusahaan tersebut sangat tertekan dengan kerugian yang dicatatkan dalam 7 tahun terakhir.

"Sebenarnya satu itu [masalah jumlah eselon di Kementerian BUMN], tapi kan skala prioritas kita Krakatau Steel dan Jiwasraya dan lain-lain jauh lebih besar," kata Erick usai Rakor dengan Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi, di Jakarta, Rabu (30/10/2019).

"Bukan berarti kita tidak akan mengikuti saran Presiden [Jokowi], kita tetap lakukan, sedang pelajari. Oke," tegas pendiri Mahaka Media ini.



Adapun KRAS didera kerugian selama 7 tahun berturut-turut, utang menggunung, isu PHK massal, hingga mundurnya komisaris independen belum lama ini.

Berdasarkan laporan keuangan KRAS 2018, tercatat utang KRAS mencapai US$ 2,49 miliar atau setara Rp 35 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$), naik 10,45% dibandingkan 2017 sebesar US$ 2,26 miliar.

Pada tahun 2018, KRAS mencatatkan rugi mencatatkan rugi bersih senilai US$ 74,82 juta atau Rp 1,05 triliun (kurs Rp 14.000). 
Saldo kerugian selama bertahun-tahun menumpuk menjadi US$ 821,4 juta atau Rp 11,49 triliun. Hal ini otomatis menyebabkan terjadi defesiensi (pengurangan) modal selama bertahun-tahun.

Sebelumnya, 
Presiden Jokowi juga menaruh perhatian pada nasib Krakatau Steel. Orang nomor satu di Indonesia ini pun meminta Menteri Perindustrian Agus Gumiwang untuk mencari cara agar perusahaan baja tersebut mampu berkompetisi di pasar.

Hal tersebut terungkap saat Agus Gumiwang menanggapi pertanyaan awak media yang menanyakan upaya menyelamatkan industri baja dan Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) nasional yang mengalami tekanan.

"Baja akan segera kita lihat, pelajari, paling tidak saya [pelajari] karena memang arahan dari Bapak Presiden, Krakatau Steel diberi perhatian agar mereka bisa berkompetisi di market," kata Agus, Senin (28/10/2019).

Menurut data BPS 2018, impor baja lapis sampai Juli 2019 tercatat sebesar 864.000 ton, yang mana pada bulan Juli 2019 terjadi peningkatan importasi yang signifikan sebesar 125.000 ton, mayoritas berasal dari Vietnam sebesar 18.000 ton.



(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading