BCA Sinyalkan Stock Split, Akankah Direalisasikan di 2020?

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
28 October 2019 17:27
BCA Sinyalkan Stock Split, Akankah Direalisasikan di 2020?

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menegaskan rencana pemecahan nilai nominal saham alias stock split masih dipertimbangkan dilakukan pada tahun depan, kendati belum memastikan apakan rencana tersebut terealisasi atau tidak pada tahun depan.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan stock split memang belum dilakukan tahun ini. "Kita belum mau mengadakan [stock split], tapi kepikir enggak iya tahun depan lah kita pertimbangkan, itu jalan ceritanya, kok jadi serius banget," tegas Jahja kepada wartawan usai paparan kinerja kuartal III-2019 di Jakarta, Senin (28/10/2019).

Jahja menegaskan kalimat mempertimbangkan itu bisa jadi hanya 'mempertimbangkan', jadi bukan pasti terealisasi. "Pertimbangkan itu bisa ditimbang-timbang, saat ini [tahun ini] pertimbangkan belum, tahun depan [dikaji]."



Dia menjelaskan dengan harga saham BBCA di level Rp 30.000/saham, maka denominasi dolar AS hanya sekitar US$ 2/saham, padahal yang berinvestasi di saham BBCA ini investor dari luar juga, termasuk dari New York, Boston, dan London.

Di tengah penguatan harga saham BBCA itu, menurut Jahja, belum waktunya saham perseroan nilainya dipecah.

"Saham bank di [indeks] Dow Jones [bursa Wall Street AS] ada US$ 100 dolar, di Indonesia kurs kita rada royal, jadi Rp 30.000 [per saham], tapi kalau ke dolar masih murah [sekitar US$ 2], buat kita serba salah, sebenarnya harga saham masih melonjak, belum waktunya stock split, kecuali harga saham flat. Sekarang belum kita pertimbangkan."

Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BBCA Senin ini (28/10), naik 0,08% di level Rp 31.025/saham. Secara tahun berjalan atau year to date, saham BBCA naik 19,33% dengan kapitalisasi pasar Rp 764,92 triliun, terbesar di Indonesia.

Sebelumnya Jahja juga menegaskan belum perlu melakukan stock split.

"Belum mau [stock split]. Selama ini harga saham BCA kenaikannya masih bagus. Enggak butuh stock split," kata Jahja, Selasa (15/10/2019).

Menurut Jahja, kajian untuk stock split ini juga belum dilakukan oleh perseroan. Menurutnya perlu dilihat terlebih dahulu, mengenai rencana dari pemegang saham mayoritas serta prospek dan kinerja perseroan.


Laba BBCA per September 2019

[Gambas:Video CNBC]



"Nah saya lihat di tahun depan juga masih dipertimbangkan. Bisa iya ya bisa juga enggak," jelas Jahja.

Sama seperti Jahja, sebelumnya Direktur BCA Santoso juga mengatakan rencana tersebut akan dimatangkan dahulu.

"Stock split biar dimatangkan dulu," ujar Direktur BCA Santoso kepada CNBC Indonesia saat ditemui dalam acara Kick Off Piala Presiden E-Sports 2020 di Tennis Indoor Senayan, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (13/10/2019).


Santoso belum memberi jawaban perinci. Sebab, menurut dia, banyak hal yang akan dipertimbangkan perseroan untuk memecah nilai nominal saham.



Analis menilai kabar stock split ini direspons pasar mengingat BBCA adalah emiten berkapitalisasi pasar terbesar sehingga rencana yang belum terkonfirmasi ini memberikan hawa segar bagi investor ritel.



Kepala Riset PT Koneksi Kapital Alfred Nainggolan berpendapat, pada prinsipnya tujuan utama dari pemecahan nilai nominal saham agar saham ini lebih mudah dijangkau oleh investor ritel.
Dengan rasio yang lebih murah, tentu investor ritel bisa lebih menyerap saham BBCA.



Apalagi menurut Alfred, BBCA saat ini masih memimpin klasemen di BEI sebagai perusahaan degan nilai kapitalisasi pasar terbesar. BBCA juga punya rekam jejak fundamental kinerja yang di mata investor relatif bagus sebagai saham blue chips atau unggulan.



Langkah stock split ini dinilai menjadi momentum bagi BBCA mempertahankan likuiditas BBCA di pasar sesuai historisnya.

(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading