Moncer! ROTI Bukukan Kenaikan Laba 105%, Kok Bisa?

Market - Dwi Ayuningtyas, CNBC Indonesia
23 October 2019 08:21
PT Nippon Indosari Corporindo (ROTI), membukukan pertumbuhan laba bersih lebih dari dua kali lipat, yakni 105,82% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Nippon Indosari Corporindo (ROTI), membukukan pertumbuhan laba bersih lebih dari dua kali lipat, yakni 105,82% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Hingga akhir September 2019, total keuntungan untuk entitas induk yang berhasil dikantongi perusahaan mencapai Rp 211,71 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 102,86 miliar. Alhasil perusahaan mampu mencatatkan marjin bersih di level 8,6% dari sebelumnya hanya 5,18%.

Akan tetapi, laba bersih tersebut masih berasal dari penjualan domestik karena penjualan di Filipina masih mencatatkan kerugian sebesar Rp 73,12 miliar. Untuk diketahui, ROTI bersama dengan Monde Nissin Corporation (MNC) pada Februari 2016 mendirikan Sarimonde Foods Corporation (SMFC) untuk produksi dan distribusi produk perusahaan di Filipina.

Lebih lanjut, melesatnya laba bersih perusahaan didorong oleh pertumbuhan positif pada pos pemasukan, penghasilan operasi lainnya dan laba atas pelepasan entitas anak. ROTI juga mencatatkan penurunan biaya keuangan yang cukup signifikan.


Dalam 9 bulan pertama tahun 2019, perusahaan dengan merek dagang "SARI ROTI" mencatatkan penjualan senilai Rp 2,46 triliun, naik 24,05% YoY dari perolehan tahun sebelumnya yang ada di RP 1,99 triliun.

Melansir press release perusahaan disebutkan penjualan melalui kanal tradisional (general trade) tumbuh hingga 45% YoY menjadi Rp 565 miliar karena perluasan wilayah distribusi serta penambahan outlet.

Namun, kontribusi terbesar masih disumbangkan oleh kanal modern (modern trade), seperti Indomaret dan Alfamart, yang membukukan penjualan Rp 1,8 triliun atau naik 18% YoY yang didukung oleh promosi yang intensif.

Sementara itu, ROTI juga mencatatkan kenaikan 12,59% secara tahunan pada pos penghasilan operasi lainnya yang mayoritas ditopang dari penjualan barang usang.

Perusahaan juga mencatatkan laba atas pelepasan entitas anak mencapai Rp 2,9 miliar. Laba tersebut diperoleh dari transaksi penjualan 32.051 lembar saham baru atau setara 51% kepemilikan PT Prima Top Boga (PTB) pada Mei 2019.

Di lain pihak, penurunan pada pos beban keuangan juga membantu memberikan ruang yang lebih besar pada kinerja bottom line ROTI.

Total beban keuangan perusahaan hingga akhir September 2019 turun 20% YoY menjadi Rp 49,12 miliar dari Rp 61,4 miliar. Penurunan tersebut disebabkan pelunasan lebih awal atas fasilitas pinjaman bank dan pelunasan utang obligasi I ROTI tahan 2 tahun 2015.

TIM RISET CNBC INDONESIA
(dwa/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading