Lion Air IPO, Seserius Apa Rencana Tersebut?

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
16 October 2019 17:50
Lion Air IPO, Seserius Apa Rencana Tersebut?
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menyampaikan progres terkait Lion Air yang berencana mencatatkan saham perdana.

Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna tidak menampik Lion Air saat ini memang dalam proses menjadi perusahaan publik. Hanya, Nyoman tidak ingin menjelaskan lebih rinci mengenai detail materi mini expose yang dibahas dengan Lion Air.

"Saya tidak bisa menyampaikan konfirmasi betul ada tidak perusahaan, kita hargai prosesnya (Lion Air) karena itu masih dijagain semuanya, saya tidak bilang satu dua perusahaan," ungkap Nyoman di BEI, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Maskapai yang dimiliki Rusdi Kirana ini sudah mengajukan ke BEI untuk IPO dan masuk pipeline calon perusahaan tercatat. Nantinya, Lion air masuk dalam sektor infrastruktur, utilitas dan transportasi. Bila terealisasi, Lion Air akan menjadi maskapai komersial ketiga yang tercatat di BEI setelah Garuda Indonesia, AirAsia Indonesia, dan Indonesia Air Transport.


Bila mengacu aturan perusahaan yang akan IPO, tahun buku yang digunakan berlaku 6 bulan terakhir, maka dapat dipastikan, Lion Air paling lambat akan mencatatkan saham perdana di BEI pada Desember tahun ini. Namun, Nyoman tidak menyebut rinci, berapa emisi yang akan dilepas Lion Air.

"Karena sesuai dengan ketentuan, ada keterikatan dari sisi ketentuan bagi perusahaan yang masih dalam proses," imbuh Nyoman.

Dikonfirmasi secara terpisah, CEO Lion Air, Edward Sirait irit bicara ihwal rencana IPO perseroan. Kemarin, Edward menyambangi BEI, namun ia tidak memberi jawaban lugas. "Mohon maaf (belum bisa menyampaikan informasi lebih lanjut)," singkatnya, kepada CNBC Indonesia, Rabu (16/10/2019).

Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro membenarkan, perseroan sedang dalam proses IPO. Saat ini, konsultan yang ditunjuk Lion Air masih melakukan analisis situasi pasar.

Danang lebih lanjut menjelaskan dana tersebut akan digunakan Lion untuk memperkuat struktur keuangan. "Nantinya, dana tersebut akan dipergunakan untuk memperkuat struktur keuangan perusahaan," tambah Danang.

Namun Danang tidak memberikan jawaban terkait underwriter atau penjamin emisi yang akan menangani IPO Lion Air.

Berdasarkan informasi yang diperoleh CNBC Indonesia, diduga, ada empat perusahaan sekuritas yang akan menjadi underwriter IPO Lion Air. Keempat penjamin emisi tersebut adalah, PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT MNC Sekuritas dan PT Ciptadana Sekuritas.

CNBC Indonesia, sudah mencoba menghubungi direksi perusahaan sekuritas yang dikabarkan menjadi underwriter IPO Lion Air. Namun hingga tulisan ini dibuat, belum ada respons dari keempat perusahaan tersebut. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading