Ada Palapa Ring, TLKM, ISAT, EXCL atau FREN yang Untung?

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
16 October 2019 11:42
Palapa ring melibatkan seluruh operator telekomunikasi di Indonesia.
Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah tertunda selama satu dekade, proyek tol langit atau Palapa Ring akhirnya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin pekan ini.

Selesainya proyek ini tampaknya tidak direspons terlalu positif oleh pelaku pasar saham, yang tampak dari kinerja saham operator telekomunikasi yang mayoritas masih terkoreksi.

Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham operator telekomunikasi terbesar Indonesia, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) terkoreksi 0,48% ke level Rp 4.150/saham. Lalu saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) pun turun 0,28% ke level Rp 3.520/saham dan saham PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) turun 8,33% ke level Rp 165/saham.



Hanya saham PT Indosat Tbk (ISAT) yang bergerak di zona hijau. Saham ISAT naik 2,15% ke level 3.330/unit. Sentimen penguatan ISAT besar kemungkinan karena perseroan akan memperoleh dana Rp 6,39 triliun dari penjualan 3.100 menara yang akan rampung akhir tahun ini.

Palapa Ring adalah proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang akan menjangkau 34 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 km, dan kabel di daratan adalah sejauh 21.807 km. Proyek ini melibatkan seluruh operator telekomunikasi di Indonesia.


Proyek Palapa Ring dimulai dengan penandatanganan hasil konsorsium untuk pembangunan jaringan serat optik di Kawasan Indonesia Timur (KIT) pada 5 Juli 2007 oleh tujuh operator telekomunikasi.

Perusahaan operator telekomunikasi yang terlibat itu PT Bakrie Telecom Tbk, PT Excelcomindo Pratama Tbk (kini XL Axiata), Indosat, PT Infokom Elektrindo, PT Macca System Infocom, PT Powertek Utama Internusa, dan Telkom.

Analis Corporate Finance Pacific 2000 Sekuritas Indra mengatakan proyek Palapa Ring akan memberikan dampak positif untuk semua operator telekomunikasi. Namun, menurut Indra, yang paling diuntungkan dari proyek ini adalah Telkom.

"Dampaknya bagi laporan keuangan Telkom baru akan terasa pada tahun depan atau dua tahun lagi," kata Indra di Jakarta, Rabu (16/10).

Meskipun ada kecenderungan asing melepas kepemilikan pada saham Telkom, dalam sebulan terakhir mencapai Rp 429,69 miliar penyebabnya bukan karena fundamental.

"Asing jual saham Telkom karena isu global. Investor asing mengantisipasi terjadinya perang dagang dan resesi. Palapa Ring akan memperbesar pasar Telkom. Masyarakat sekarang selalu menggunakan internet. Potensi pasar besar, konsumsi data masih rendah," kata Indra.

Awal pekan ini pemerintah baru meresmikan proyek Palapa Ring yang diproyeksikan bisa menjangkau hingga daerah terjauh. Semua provider diajak ikut serta untuk ambil bagian dalam pemerataan pembangunan ini. Salah satu yang mengambil bagian yakni Telkomsel.

VP Regulatory Management Telkomsel Andi Agus Akbar menyebut jaringan Palapa Ring membuat penetrasi 4G di daerah terpencil lebih mudah.

"Ketika ekosistem sudah siap, maka memungkinkan dibangun di daerah 3T untuk Menyediakan layanan 4G dengan bandwitch yang lebih besar, di samping itu biaya lebih efisien dibandingkan menggunakan satelit," katanya saat diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Kominfo, Selasa (15/10/2019).

Ada Palapa Ring, TLKM, ISAT, EXCL atau  FREN yang Untung?Foto: Chandra Gian Asmara/CNBC Indonesia

Andi mengakui bahwa daerah terpencil kerap sulit untuk dijangkau karena lokasinya yang membuat operator perlu merogoh kocek lebih dalam. Namun, dengan Palapa Ring maka ada fasilitas jaringan serat optik yang bisa dimanfaatkan.

"Sekarang kalau dibandingkan harga non-jawa, ga terlalu jauh tapi sinyalnya beda," sebutnya.

Sebab itu, Telkomsel sudah berencana membangun ratusan site di seluruh Indonesia. Paling banyak didominasi oleh Palapa Ring Timur dengan 449 site yang didominasi oleh Papua dengan 204 site.

Kemudian di Palapa Ring Tengah akan dibangun hampir 200 site dengan Sulawesi Utara yang terbanyak yakni 56 site. Kawasan Barat yang dinilai sudah maju juga tidak ketinggalan mendapat perhatian yakni dengan total 44 site.

Selain Telkomsel, Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika atau Bakti, Anang Achmad Latif, dalam kesempatan terpisah, menambahkan XL dan ISAT juga kemungkinan masuk di Palapa Ring Timur.

"Rencananya operator lain akan masuk ke Papua, seperti Indosat [ISAT] dan XL [XL Axiata Tbk/EXCL]. Mereka sudah bicara ke saya. Kami sudah kumpulkan dan membuat kuesioner buat mereka," sebutnya, Selasa kemarin.




(hps/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading