Vale Resmi Divestasi ke MIND ID, Saham INCO Diborong Asing!

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
14 October 2019 10:49
Vale Resmi Divestasi ke MIND ID, Saham INCO Diborong Asing!

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mulai diborong investor asing pada perdagangan pagi ini, Senin (14/10/2019) setelah emiten pertambangan nikel ini meneken Perjanjian Pendahuluan dengan Mining Industry Indonesia (MIND ID) untuk melepas 20% saham perusahaan.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.38 WIB mencatat, saham INCO diborong Rp 5,17 miliar oleh investor asing sehingga membuat harga sahamnya naik 1,31% di level Rp 3.880/saham.

Adapun investor domestik masuk membeli saham ini sebanyak Rp 66 miliar pagi ini.


Kendati demikian, dalam 5 hari perdagangan terakhir, asing masih melepas saham INCO sebesar Rp 23 miliar di semua pasar dan year to date asing keluar Rp 394 miliar di semua pasar. Kendati asing keluar sejak awal tahun, tapi saham INCO pada periode year to date ini melesat hingga 19,02%.

Sah! MIND ID Caplok 20% Saham ValeFoto: Dari kiri ke kanan: Febriany Eddy Deputi Direktur Vale Indonesia, Nico Kanter CEO Vale Indonesia, Budi Gunadi Sadikin CEO MIND ID, Mark James Travers Perwakilan Vale Kanada, dan Kaoru Hayashi Perwakilan Sumitomo Metal Mining Co.Ltd/MIND ID


Pada 11 Oktober pekan lalu, holding BUMN pertambangan yakni Mining Industry Indonesia (MIND ID) dan Vale Indonesia bersama dengan para pemegang saham Vale yaitu Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. (SMM) menandatangani Perjanjian Pendahuluan untuk mengambilalih 20% saham divestasi Vale kepada peserta Indonesia.


MIND ID merupakan brand baru yang resmi diperkenalkan untuk holding BUMN pertambangan yang sebelumnya bernama PT Indonesia Asahan Aluminium atau Inalum.

Group CEO MIND ID Budi G. Sadikin mengatakan penandatanganan perjanjian ini adalah langkah awal dimulainya kerja sama strategis jangka panjang antara MIND ID dan Vale Indonesia. Perjanjian Pendahuluan ini selanjutnya akan diikuti beberapa perjanjian definitif utama.

Divestasi 20% saham Vale Indonesia merupakan kewajiban dari amandemen Kontrak Karya (KK) di tahun 2014 antara Vale Indonesia dan pemerintah yang harus dilaksanakan 5 tahun setelah amandemen tersebut.

KK Vale Indonesia akan berakhir di akhir 2025 dan dapat diubah atau diperpanjang menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sesuai peraturan perundang-undangan. Pemegang saham Vale Indonesia saat ini antara lain VCL sebesar 58,73%, SMM sebesar 20,09% dan publik sebesar 20,49%.


"Partisipasi MIND ID di perusahaan tambang kelas dunia, seperti Vale Indonesia (Brazil) dan Freeport Indonesia (Amerika), merupakan bukti keberhasilan Indonesia dalam menjaga dan menarik investasi perusahaan global ke industri pertambangan nasional," ujar Budi G. Sadikin, dalam siaran pers, Senin (14/10/2019).

Rendi Witular, SVP Corporate Secretary Inalum menegaskan belum bisa mengungkapkan estimasi harga per saham yang akan ditebus untuk 20% saham Vale tersebut. "Harga belum, ini masih perpanjian pendahuluan," katanya saat dihubungi Senin pagi ini (14/10/219).

Mengacu data laporan keuangan Juni 2019, saham beredar milik Vale Indonesia total sebanyak 9.936.338.720 saham, maka porsi 20% saham divestasi yang mesti dibeli MIND ID adalah sebanyak 1.987.267.744 saham.

Dengan asumsi harga rata-rata saham INCO pada Selasa pekan lalu di level Rp 3.600/saham, maka nilai divestasi diperkirakan sebesar Rp 7,15 triliun. Dana ini mesti disiapkan oleh MIND ID, bisa lebih dari itu jika valuasinya naik, atau bisa juga di bawah itu.

(tas/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading