Internasional

AS Tunda Naikkan Tarif Barang China, Sudah Mesra? Belum Tentu

Market - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
13 October 2019 07:55
AS Tunda Naikkan Tarif Barang China, Sudah Mesra? Belum Tentu Foto: Bendera Tiongkok dan AS berkibar di dekat Bund, jelang delegasi perdagangan AS bertemu dengan China di Shanghai, Cina 30 Juli 2019. REUTERS / Aly Song
AS Tunda Naikkan Tarif Barang China, Sudah Mesra? Belum Tentu..

Jakarta, CNBC Indonesia- Negosiasi perang dagang antara AS dan China membuahkan hasil. Bahkan dalam konferensi pers di depan wartawan, Presiden AS Donald Trump mengatakan kedua negara telah masuk pada fase pertama kesepakatan guna mengakhiri perang dagang.

Di mana AS akan menangguhkan kenaikan tarif yang sebelumnya akan diberlakukan AS pada Oktober. AS berjanji menunda kenaikan tarif hingga 30%, dari sebelumnya 25% pada US$ 250 miliar barang China yang seharusnya berlaku 15 Oktober ini.



Namun sayangnya, pemerintahan Trump belum memberikan putusan yang sama pada barang-barang yang akan kena tarif tambahan di Desember. Sebelumnya pada 15 Desember nanti, produk seperti ponsel, laptop, mainan dan pakaian asal China akan kena tarif tambahan hingga 15%.

Hal ini pun diakui oleh Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer. "Trump belum membuat keputusan tentang tarif yang mulai berlaku pada bulan Desember," tulis Reuters mengutip Lighthizer, Sabtu (12/10/2019).

Keragu-raguan juga terjadi pada sejumlah pihak. "Saya tidak yakin menyebut apa yang diumumkan Presiden Trump sebagai sebuah perjanjian yang benar," kata pakar perdagangan China di Pusat Studi Strategis dan Internasional Washington Scott Kenneddy.

"Jika mereka tidak bisa menyetujui teks, itu berarti mereka belum selesai. Berharap kesepakatan tidak membuat satu. Ini bukan kesepakatan yang sulit. Itu tidak terlihat,".

Sementara itu, dalam konferensi pers yang diadakan Jumat (11/10/2019), baik Trump maupun Wakil Predana Menteri China Liu He mengaku sudah ada kesepakatan awal yang dibuat. Meski demikian, kedua negara tetap menegaskan masih banyak hal lain yang belum mencapai kata sepakat.

Sejumlah sektor pun tidak dijelaskan pasti baik oleh AS maupun China. Seperti, apakah keduanya sudah deal soal pertanian, mata uang, dan kekayaan intelektual, yang selama 15 bulan ini menjadi penyebab ketegangan kedua negara.

Trump mengatakan butuh waktu lima minggu untuk membuat detail tertulis tentang apa saja yang sudah mereka sepakati. Tapi, Trump tidak memungkiri bisa saja perjanjian batal di periode tersebut.

"Ada banyak friksi antara AS dan China, dan kini (masa negosiasi) adalah festival cinta. Ini adalah hal baik," ujar Trump.

Sementara itu Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin yang juga bersama Trump saat konpers mengakui masih banyak pekerjaan rumah harus dilakukan Washington dan Beijing.

"Saya pikir kami telah memiliki pemahanam yang fundamental terkait beberapa isu kunci. Kami sudah sampai pada hal-hal signifikan, tapi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," katanya.

"Kami tidak akan menandatangai perjanjian kecuali kami mendapat dan bisa mengatakan pada presiden kalau hal tersebut sudah ada di atas kertas,".

Sementara itu Wakil Perdana Menteri China Liu menuturkan pembicaraan sudah membuat banyak kemajuan. "Kami sedang tentang itu. Kami akan terus berupaya," ujarnya.

Sementara itu, Kantor Berita China Xinhua mengatakan kedua belah pihak sudah sepakat. Bahkan dalam media People Daily milik pemerintah, Beijing menyebut pembicaraan sudah sangat konstruktif, jujur dan efisien.

"Kedua pihak bergerak ke arah resolusi," tulis media itu.





(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading