Internasional

Perang Dagang: AS-China Mesra, Kenaikan Tarif Oktober Batal

Market - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
13 October 2019 07:20
Perang Dagang: AS-China Mesra, Kenaikan Tarif Oktober Batal Foto: Infografis/ Kronologi perang dagang AS-China belum temukan titik terang/Aristya Rahadian Krisabella
Jakarta, CNBC IndonesiaPerang dagang antara AS dan China sepertinya sudah memasuki babak akhir. Baik Presiden AS Donald Trump, maupun Wakil Predana Menteri China Liu He mengaku sudah ada kesepakatan awal yang dibuat.

Di mana AS akan menangguhkan kenaikan tarif yang sebelumnya akan diberlakukan AS pada Oktober. AS berjanji menunda kenaikan tarif hingga 30%, dari sebelumnya 25% pada US$ 250 miliar barang China yang seharusnya berlaku 15 Oktober ini.
Meski demikian, kedua negara tetap menegaskan masih banyak hal lain yang belum mencapai kata sepakat. Sejumlah sektor pun tidak dijelaskan pasti baik oleh AS maupun China, apakah keduanya sudah deal soal pertanian, mata uang, dan kekayaan intelektual, yang selama 15 bulan ini menjadi penyebab ketegangan kedua negara.

Trump mengatakan butuh waktu lima minggu untuk membuat detail tertulis tentang apa saja yang sudah mereka sepakati. Tapi, Trump tidak memungkiri bisa saja perjanjian batal di periode tersebut.


"Ada banyak friksi antara AS dan China, dan kini (masa negosiasi) adalah festival cinta. Ini adalah hal baik," ujar Trump.



Sementara itu Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin yang juga bersama Trump saat konpers mengakui masih banyak pekerjaan rumah harus dilakukan Washington dan Beijing.

"Saya pikir kami telah memiliki pemahanam yang fundamental terkait beberapa isu kunci. Kami sudah sampai pada hal-hal signifikan, tapi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," katanya.

"Kami tidak akan menandatangai perjanjian kecuali kami mendapat dan bisa mengatakan pada presiden kalau hal tersebut sudah ada di atas kertas,".

Sementara itu Wakil Perdana Menteri China Liu menuturkan pembicaraan sudah membuat banyak kemajuan. "Kami sedang tentang itu. Kami akan terus berupaya," ujarnya.

Kantor Berita China Xinhua mengatakan kedua belah pihak sudah sepakat. Bahkan dalam media People Daily milik pemerintah, Beijing menyebut pembicaraan sudah sangat konstruktif, jujur dan efisien.

"Kedua pihak bergerak ke arah resolusi," tulis media itu.



(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading