Terungkap! Kebijakan ECB Ditentang Internal, Euro Terbang

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
10 October 2019 21:07
Terungkap! Kebijakan ECB Ditentang Internal, Euro Terbang
Jakarta, CNBC Indonesia - Mata uang euro menguat tajam melawan dolar Amerika Serikat (AS) hingga mencapai level tertinggi tiga pekan pada Kamis (10/10/19). Rilis notula rapat kebijakan moneter European Central Bank (ECB) menjadi pemicu penguatan mata uang 19 negara ini.

Pada pukul 20:02 WIB, euro diperdagangkan di level US$ 1,1025, menguat 0,51% di pasar spot, melansir data Refinitiv.

Pada 12 September lalu, ECB memangkas suku bunga deposito (deposit facility) sebesar 10 basis poin (bps) menjadi -0,5%, sementara main refinancing facility tetap sebesar 0% dan suku bunga pinjaman (lending facility) juga tetap sebesar 0,25%.




Bank sentral pimpinan Presiden Mario Draghi ini juga mengaktifkan kembali program pembelian aset (obligasi dan surat berharga) atau yang dikenal dengan quantitative easing yang sebelumnya sudah dihentikan pada akhir tahun lalu.



Program pembelian aset kali ini akan dimulai pada 1 November dengan nilai 20 miliar euro per bulan. Berdasarkan rilis ECB yang dilansir Reuters, QE kali ini tanpa batas waktu, artinya akan terus dilakukan selama dibutuhkan untuk memberikan stimulus bagi perekonomian zona euro.

Notula rapat kebijakan moneter tersebut baru dirilis hari ini, ternyata tidak semua anggota dewan sepakat akan adanya program QE. Reuters melaporkan sepertiga dari anggota pembuat kebijakan, termasuk pimpinan bank sentral negara-negara raksasa yakni Jerman dan Perancis, menentang adanya QE yang diaktifkan kembali oleh Draghi.

Selama delapan tahun masa kepemimpinan Draghi, kebijakan moneter yang diambil kali ini dikatakan menjadi yang paling ditentang.



Draghi akan mengakhiri masa jabatannya pada 31 Oktober, dan digantikan oleh mantan Direktur Pelaksana Dana Moneter International (International Monetary Fund/IMF) Christine Lagard. Wanita asal Perancis ini akan menjabat sebagai Presiden ECB mulai 1 November, dan akan memimpin rapat kebijakan moneter pertama pada 12 Desember.

Sementara, Draghi akan memimpin rapat kebijakan moneter terakhirnya pada 24 Oktober mendatang, dan kemungkinan besar tidak akan ada perubahan kebijakan. Namun di bawah Lagarde, arah kebijakan ECB kemungkinan akan berubah, setidaknya melalui panduan kebijakan moneter yang akan diberikan.


TIM RISET CNBC INDONESIA 


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading