Lion Air Bidik IPO Rp 14 T, Begini Komentar Pelaku Pasar

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
09 October 2019 16:01
Lion Air Bidik IPO Rp 14 T, Begini Komentar Pelaku Pasar
Jakarta, CNBC Indonesia - Maskapai penerbangan Lion Air dikabarkan akan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia. Dalam dokumen yang disampaikan, Lion sudah masuk dalam daftar tunggu perusahaan (pipeline) IPO tahun ini menggunakan laporan keuangan Juni 2019.

Hal ini dibenarkan Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna Setia. Yetna menyebut, pekan depan, manajemen Lion Air akan menggelar paparan di hadapan direksi BEI untuk membahas lebih lanjut rencana IPO.

"Saya belum bisa menyampaikan apa-apa, minggu depan ada mini expose," kata Nyoman di BEI, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Merespons rencana Lion Air masuk ke pasar saham, para analis menyatakan, saat ini industri maskapai penerbangan terbilang masih sangat berat. Banyak tantangan yang menghadapi industri penerbangan nasional seperti volatilitas harga minyak mentah dunia yang memicu kenaikan harga avtur.


Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada berpendapat, saat ini biaya bahan bakar menjadi salah satu komponen terbesar dalam struktur biaya operasional maskapai. Selain itu, maskapai juga punya tantangan untuk meningkatkan jumlah kapasitas penumpang dan rute penerbangan dan dari kebijakan tarif tiket pesawat domestik.

"Industri penerbangan tidak terlepas dari fluktuasi harga minyak mentah, kita lihat biaya tinggi maskapai ada di bahan bakar," kata Reza saat dihubungi CNBC Indonesia, Rabu (9/10/2019).

Manajemen Lion Air, belum memberikan keterangan lebih lanjut berapa dana yang ditargetkan yang dihimpun dari aksi korporasi ini, pun termasuk potensi dana IPO Lion Air yang dikabarkan Bloomberg sekitar 1 miliar US$ atau sekitar Rp 14 triliun.

"Mengenai hal itu, saya belum bisa memberikan keterangan dulu, jika ada info, kami kabari," kata Danang Mandala, Corporate Communications Strategic Lion Air Group, saat dihubungi CNBC Indonesia, Rabu (9/10/2019).

Kepala Riset PT Samuel Sekuritas Suria Dharma berpendapat, di tengah volatilitas dan kondisi pasar seperti sekarang, target Rp 14 triliun untuk emisi akan sulit dicapai.

Meningat, saat ini saja, pesaing Lion, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang sudah lebih dulu IPO, nilai kapitalisasi pasar atau market cap baru Rp 13 triliun. Ia juga menyangsikan, target emisi itu akan tercapai.

"Logikanya kan IPO hanya sebagian kecil yang ditawarkan. Misal 20%, kalau nilainya Rp 14 triliun berarti nilai perusahaannya beberapa kali nilai emisinya. Sepertinya tidak sebesar itu size Lion," kata Suria kepada CNBC Indonesia, Rabu (9/10/2019).

Menurut Suria, dengan melantai di pasar saham, tidak menjadi jaminan saham Lion Air ke depan akan likuid, mengingat tantangan di industri penerbangan masih berat, ditambah lagi kecenderungan industri maskapai yang membentuk oligopoli.

"Apalagi performa saham maskapai lainnya saat ini blm terlalu kuat," pungkas Suria Dharma. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading