2 Hari Saham Bank Artos Melesat 51%, Ini Alasannya!

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
01 October 2019 13:06
Saham PT Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO) terus melesat dalam 2 hari perdagangan.

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham PT Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO) terus melesat dalam 2 hari perdagangan terakhir, bahkan menyentuh batas auto reject atas (ARA) seiring dengan aksi beli yang dilakukan investor dalam negeri di tengah aksi jual (net sell) yang justru dilakukan investor asing.

Data Bursa Eek Indonesia (BEI) mencatat, pada penutupan sesi I Selasa ini (1/10/2019), saham ARTO melesat mencapai batas ARA yakni 24,88% di level Rp 1.355/saham. Dengan rentang harga Rp 200-5000, maka batasan ARA untuk saham Bank Artos yakni 
sebesar 25%.

Nilai transaksi perdagangan saham bank ini mencapai Rp 219,32 juta dengan volume perdagangan 165.100 saham. Asing melepas saham ini sebanyak Rp 1,20 juta, sementara lokal membeli hingga Rp 219,3 juta.


Melesatnya saham ARTO melanjutkan kenaikan yang terjadi sejak Senin kemarin (30/9) yakni
21% menjadi Rp 1.085/saham dari harga opening Rp 900/saham. Artinya dalam 2 hari perdagangan terakhir, saham ARTO meroket 51% dan dihitung setelah sahamnya dibuka sejak 16 September lalu yakni Rp 830/saham, penguatan harga saham ARTO mencapai 63,25%.

Secara tahun berjalan atau year to date, saham Bank Artos melesat 636%.

"Sebagaimana kami ungkapkan sebelumnya, setelah proses akuisisi selesai, ke depannya Bank Artos akan dikembangkan menjadi bank yang akan melayani segmen menengah dan bawah dalam piramida pasar," kata Direkur Utama Bank Artos Deddy Triyana, kepada CNBC Indonesia, belum lama ini.


Bank ini resmi dijual ke pemilik baru yakni konsorsium yang dipimpin Jerry Ng dan Patrick Walujo. Saat informasi terbuka ke publik, saham ARTO langsung disuspensi oleh BEI pada
21 Agustus 2019 sebelum akhirnya dibuka pada 16 Septemnber.

Perubahan pengendali ini terjadi setelah Jerry Ng dan Patrick Walujo menguasai 51% saham Bank Artos. Jerry Ng akan masuk melalui PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI) sebesar 37,65% dan Patrick Walujo masuk melalui WTT, perusahaan investasi berbasis di Hong Kong, yang akan menguasai 13,35%.

Keduanya akan masuk ke Bank Artos melalui mekanisme rights issue atau penerbitan saham baru. Pasca-rights issue, saham Arto Hardy akan menyusut dari 39,51% jadi 24,5% dan saham Sinatra Arto Hardy dan William Arto Hardy akan turun masing-masing dari 13,5% menjadi 1,5%, seperti dikutip dari prospektus aksi korporasi Bank Artos.



(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading