Harga Minyak Bisa di Atas US$ 75/barel, Berapa Idealnya?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
26 September 2019 07:10
Berapa Harga Minyak Dunia yang Ideal?

Berapa Harga Minyak Dunia yang Ideal?

Menurut Ari, OPEC atau Arab Saudi sebagai pemimpin de facto OPEC berisiko kehilangan pangsa pasar jika harga minyak terlalu tinggi dan sebaliknya, bisa merugi jika harga minyak terlalu rendah.

"Negara-negara non-OPEC, yang ongkos produksinya lebih tinggi, dapat masuk ke pasar jika harga minyak terlalu tinggi. Harga minyak yang optimal berkisar antara US$ 50-60 per barel untuk WTI," kata Ari menganalisis.

Sebagai perbandingan, data oilprice.com mencatat, setahun terakhir, harga minyak WTI tembus rekor tertinggi pada 3 Oktober 2018 yakni US$ 76,41 per barel, sementara Brent di level US$ 86,29 per barel. Sebaliknya, harga terendah WTI terjadi pada 25 Desember 2018 yakni US$ 42,53 per barel dan Brent US$ 50,77 per barel.


Lebih lanjut Ari mengatakan, guna memberikan dampak penggentar agar harga minyak tidak terlalu tinggi, perusahaan minyak Aramco memberi pernyataan, pasokan minyak akan pulih pada akhir September.

Secara bersamaan, AS juga mengeluarkan cadangan minyak strategisnya. Efeknya, harga minyak WTI turun ke sekitar US$ 59 per barel.

Menurut dia, peluang harga minyak akan naik lagi tetap tinggi karena bukan tidak mungkin akan terjadi eskalasi antara Arab Saudi yang didukung AS versus Iran.


Namun AS tampaknya lebih memilih memberikan sanksi tambahan kepada Iran ketimbang melakukan serangan militer. Bayang-bayang resesi di AS tampaknya mendasari keputusan ini.

"Tanpa guncangan di pasar minyak, diperkirakan akan terjadi resesi di AS dalam 12 bulan mendatang. Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi [OECD] meramalkan, perekonomian AS akan tumbuh 2,4% tahun ini dan akan turun lagi menjadi 2,0% pada 2020. Sementara, pertumbuhan ekonomi dunia akan turun dari 3,2% ke 2,9%.

Data Refinitiv menunjukkan, pada perdagangan Rabu kemarin (25/9/2019), harga minyak mentah memang masih mengalami koreksi. Risiko penurunan permintaan masih menjadi pemberat laju harga si emas hitam.

Pada Rabu pagi pukul 09:07 WIB, harga minyak jenis Brent berada di US$ 62,44/barel. Sementara harga minyak jenis light sweet (WTI) sebesar US$ 62,56/barel. Harga minyak terus turun sejak awal pekan.




Harga minyak harus kembali turun di tengah kekhawatiran adanya penurunan permintaan bahan bakar setelah komentar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyinggung praktik dagang China. Hal tersebut membuat optimisme damai dagang agak luntur.

Sentimen lain yang juga turut mengerek turun harga minyak adalah kenaikan stok minyak mentah AS pekan lalu. Menurut American Petroleum Institute (API) persediaan minyak mentah AS naik 1,4 juta barel pekan lalu.

(tas/sef)
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading