Internasional

Timteng Panas, Saudi Serang Yaman Setelah Diserang Drone

Market - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
20 September 2019 09:30
Timteng Panas, Saudi Serang Yaman Setelah Diserang Drone
Jakarta, CNBC Indonesia - Koalisi yang dipimpin Arab Saudi pada Jumat (20/9/2019) melancarkan operasi militer di utara kota pelabuhan Hodeidah, Yaman. Serangan ini memperburuk situasi Timur Tengah, yang memang sudah memburuk akibat serangan ke instalasi minyak Saudi, 14 September lalu.

Saudi mengatakan menghancurkan empat situs yang digunakan pemberontak Houthi untuk merakit kapal dan ranjau laut. "Situs-situs itu digunakan untuk melakukan serangan teroris yang mengancam pelayaran dan perdagangan internasional di Selat Bab al-Mandab dan Laut Merah selatan,: kata juru bicara koalisi Kolonel Turki al-Malki sebagaimana dikutip Reuters.

Sebelumnya pemberontak Houthi bertanggung jawab atas serangan ke Saudi. Pemberontak Houthi mengatakan serangan dilakukan karena koalisi yang dipimpin Saudi itu, dimana di dalamnya terdapat AS dan Swedia sudah melanggar perjanjian yang dibuat.




Perjanjian ini ditujukkan pada gencatan senjata setelah Koalisi Muslim Sunni yang didukung AS melakukan intervensi di Yaman tahun 2015. Perjanjian ini sempat terhenti berbulan-bulan.

Pemberontak Houthi pun berjanji akan kembali menyerang instalasi minyak Saudi ke depan. "Ledakan bisa terjadi di mana saja," kata perwakilan Houthi.

Harga minyak dunia bergerak naik di perdagangan pagi ini. Kenaikan harga si emas hitam pun lumayan signifikan.

Pada Jumat pukul 06:54 WIB, harga minyak jenis Brent melonjak 2,12%. Sementara light sweet juga naik cukup tajam tetapi tidak setinggi Brent, 'hanya' 1,2%.

Lonjakan harga minyak terjadi akibat dinamika di Timteng. Serangan terhadap ladang minyak milik Saudi Aramco pada akhir pekan lalu berbuntut panjang.

AS dan sekutunya menuding Iran sebagai otak sekaligus eksekutor serangan tersebut. AS mengatakan Houthi didukung secara keuangan oleh Iran.

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading