Internasional

Duh, 46.000 Karyawan General Motors Mogok

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
16 September 2019 16:16
Kelompok Serikat Pekerja Otomotif (United Auto Workers/UAW) mengadakan aksi mogok kerja nasional pada Senin (16/9/19)
Beberapa jam sebelum pemogokan dimulai, Presiden AS Donald Trump menyampaikan komentarnya. "Kita mulai lagi dengan General Motors dan United Auto Workers. Berkumpul dan buat kesepakatan!" katanya.

Dalam sebuah pernyataan, GM mengatakan merasa kecewa melihat pimpinan UAW memutuskan untuk melakukan pemogokan. Perusahaan juga mengatakan telah memberikan tawaran yang kuat dalam negosiasi kontrak.

Manajemen GM mengungkapkap penawarannya mencakup janji investasi US$ 7 miliar. Ini berguna untuk menyelamatkan dan melindungi 5.400 pekerjaan serikat pekerja serta mengatasi masalah dua pabrik yang kosong.


Perusahaan juga berjanji bahwa truk berbahan bakar listrik baru akan dibangun di pabrik AS.
"Kami telah bernegosiasi dengan itikad baik dan dengan rasa urgensi. Tujuan kami tetap membangun masa depan yang kuat bagi karyawan dan bisnis kami," katanya.

Masalah ini merupakan pukulan berat bagi GM mengingat perusahaan saingannya, Ford dan Fiat Chrysler telah mendapat persetujuan untuk memperpanjang kontrak pekerjanya.

GM telah mencatatkan penjualan yang solid selama beberapa tahun terakhir. GM membukukan laba operasi US$ 11,8 miliar tahun lalu.

Hal itu membuat para pejabat serikat pekerja merasa para pekerja perlu mendapatkan kenaikan gaji. Namun, prospek GM ke depan masih buram.

Isu resesi akibat perang dagang antara AS-China dikhawatirkan akan berdampak pada perusahaan. Di New York Stock Exchange (NYSE) saham GM turun 0,51% atau minus 0,20 poin ke US$ 38,86 per lembar saham.

[Gambas:Video CNBC]


(sef/sef)
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading