BEI Sebut Saham Rokok Dalang Anjloknya IHSG

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
16 September 2019 10:56
BEI Sebut Saham Rokok Dalang Anjloknya IHSG
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rontok karena investor beramai-ramai melepas saham produsen rokok. Hal ini menyusul keputusan pemerintah menaikkan tarif cukai sampai dengan 23% mulai 1 Januari 2020 mendatang.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengatakan aksi jual yang tinggi membuat saham rokok, terutama saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Koreksi dalam pada kedua saham tersebut berkontribusi besar terhadap IHSG.

"Ada pressure jual ke perusahaan rokok yang merupakan konstituen besar di IHSG karena rencana kenaikan cukai tahun depan," kata Laksono kepada CNBC Indonesia, Senin (16/9/2019).

Pukul 10.50 WIB harga saham GGRM anjlok 17,37% ke Rp 56.850/unit dan saham HMSP anjlok 16,79% menjadi Rp 2.330/unit. Terlebih lagi, investor asing juga kompak mengobral saham-saham dua pemain besar di industri rokok, yakni GGRM dan HMSP.


Data pasar menunjukkan investor asing membukukan aksi jual bersih (Net Foreign Sell/NFS) untuk saham GGRM dan HMSP masing-masing sebesar Rp 165,66 miliar dan Rp 41,94 miliar. Sementara WIIM mencatatkan nilai NFS yang terbilang kecil, yakni Rp 1,7 juta.

Seperti diketahui, pada Jumat kemarin (13/9/2019) dalam rapat tertutup di Istana Kepresidenan, Presiden Joko Widodo menyetujui untuk menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok sebesar 23% mulai 1 Januari 2020. Adapun harga jual eceran (HJE) pada periode yang sama akan mengalami kenaikan hingga 35%.

"Kami sudah sampaikan kepada Pak Presiden, dan mendapat pandangan dari Menko Perekonomian, Menko PMK, Menperin, Mentan, dan Pak Wapres, dan Menaker," kata Sri Mulyani. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading