Giant Poins Square Dikabarkan Tutup, Asing Lepas Saham HERO

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
12 September 2019 16:50
Saham peritel modern PT Hero Supermarket Tbk (HERO) terus dilego investor asing.

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham peritel modern PT Hero Supermarket Tbk (HERO) terus dilego investor asing sejak awal tahun hingga saat ini atau year to date. Kabar tutupnya beberapa gerai Giant, salah satu brand ritel yang dinaungi Hero, dinilai menjadi salah satu pendorong persepsi investor.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, pada penutupan Kamis sore ini (12/9/2019), saham Hero naik 4,48% di level Rp 700/saham dengan kapitalisasi pasar Rp 2,93 triliun.

Hanya saja, dalam sebulan terakhir dan year to date, saham HERO minus 11,39%. Dari sisi jual beli asing alias net sell, saham HERO sudah dilepas hari ini Rp 97,45 juta, sebulan asing melego Rp 431 juta dan secara tahun berjalan asing keluar Rp 2,92 miliar.

Bahkan saham HERO belum sama sekali memberikan gain positif dalam 3 tahun terakhir (-33,33%) dan 5 tahun terakhir (-73,18%).


Hari ini, tersiar lagi kabar Hero akan menutup lagi gerai Giant, tepatnya di Poins Square, Lebak Buluk, Jakarta Selatan. Dari pantauan Detiknews, Giant di Poins Square tengah melakukan cuci gudang. Toko ini tengah mengobral habis barang dagangannya.

Giant yang berada di lantai dasar Poin Square itu memang sudah menempelkan banyak selebaran pemberitahuan obral besar-besaran. Salah satunya tertulis 'Semua Harus Terjual Habis'.

"Emang lagi obral besar-besaran, cuci gudang," kata salah satu karyawan kepada detikcom, di Poins Square, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Hampir semua produk di gerai Giant ini didiskon hingga 60%. Namun sebagian besar rak sudah kosong. Kebanyakan hanya tinggal produk milik Giant sendiri. Khususnya untuk produk-produk sembako.

Cuci gudang ini akan dilakukan hingga 29 September 2019. Namun karyawan yang enggan disebutkan namanya itu tidak bisa memastikan apakah benar-benar ditutup atau direlokasi.

"Ya kita mah kerja saja di sini. Enggak tahu mau dipindah atau tutup," ucapnya. Ia mengatakan, obral barang besar-besaran ini merupakan bagian dari rencana toko yang bakal segera tutup permanen.

"Ini sudah bakal tutup selamanya di sini [Giant Poins Square]," tutur dia lagi.

Pada 28 Juli lalu, setidaknya terdapat 6 gerai Giant berhenti operasi yakni: Giant Express Cinere Mall, Giant Express Mampang, Giant Express Pondok Timur, Giant Extra Jatimakmur, Giant Extra Mitra 10 Cibubur, dan Giant Extra Wisma Asri (Bekasi Utara).

Hingga saat ini CNBC Indonesia masih menunggu konfirmasi dari manajemen Hero.

Namun seperti dilansir dari detikFinance pada Juli lalu, Direktur Hero Supermarket, Hadrianus Wahyu Trikusumo, membeberkan soal alasan di balik penutupan enam toko tersebut. Penutupan enam toko Giant tersebut disebabkan oleh persaingan ritel makanan di Indonesia yang semakin ketat.

"Ritel makanan di Indonesia mengalami peningkatan persaingan dalam beberapa tahun terakhir karena perubahan pola belanja konsumen. Giant adalah brand yang kuat namun kami harus terus beradaptasi untuk bersaing secara efektif dengan menerapkan program multi-year transformation untuk memberikan peningkatan jangka panjang," kata Hadrianus.

Saat ini, Hero akan memperkuat bisnis ritel melalui anak usaha lain yang dimilikinya yakni Guardian Health & Beauty dan IKEA. Hal ini dilakukan sebagai upaya penyesuaian kebutuhan konsumen di Indonesia yang berubah cepat.

Berdasarkan laporan keuangan yang di rilis perseroan Februari lalu, kerugian yang dialami perseroan sepanjang 2018 meningkat tajam. Nilainya mencapai Rp 1,25 triliun dari Rp 191,41 miliar pada 2017.

Sepanjang 2018 perseroan harus menerima kenyataan pendapatan turun 0,49% menjadi Rp 12,97 triliun dari Rp 13,03 pada 2017. Padahal, beban usaha perseroan turun 3,29% menjadi Rp 9,27 triliun.

Giant tutup 6 toko, ini strategi Hero

[Gambas:Video CNBC]


 

Artikel Selanjutnya

Giant Dikabarkan Tutup Gerai Lagi, Saham HERO Sepi Transaksi


(tas/dob)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading