Tangkal Resesi, OJK Bidik Pembiayaan Non-Tradisional

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
12 September 2019 15:46
Tangkal Resesi, OJK Bidik Pembiayaan Non-Tradisional
Jakarta, CNBC Indonesia - Perekonomian global sedang di ambang resesi terimbas perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang terus berkecamuk. Mengantisipasi hal itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan akan berupaya mendorong perbankan menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor yang non tradisional agar pertumbuhan ekonomi

Hal tersebut perlu dilakukan setelah Bank Dunia memprediksi ekonomi Indonesia pada 2020 akan tumbuh di bawah 5%. Ini menjadi sinyal, ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih lambat karena lemahnya dari sisi produktivitas dan pertumbuhan pekerja.

Mengantisipasi hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan menyatakan, sektor jasa keuangan, khususnya perbankan memiliki andil yang cukup besar mengakselerasi pertumbuhan ekonomi domestik dengan menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor yang non tradisional. Di sisi lain, OJK harus menjaga permintaan domestik (domestic demand) juga harus tetap diperkuat untuk menangkal dampak dari sentimen yang bersumber dari eksternal.

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK Slamet Edy Purnomo menyatakan, secara umum perbankan mengalami koreksi dari sisi pertumbuhan kredit. Pada Juni 2019, penyaluran kredit sebesar Rp 5.495,9 triliun hanya tumbuh 9,9% secara tahunan dari periode bulan sebelumnya tumbuh 11,1% secara tahunan pada bulan sebelumnya.


"Perlambatan ekonomi memang secara dunia melambat, di Indonesia juga terkoreksi, tapi koreksinya tidak sebanyak negara lain. Pertumbuhan kredit kita sedikit terkorkesi, tapi kita tidak akan berhenti di situ, kita coba meng-create sektor yang bisa kita biayai," kata Slamet Edy Purnomo, dalam wawancara terbatas di Menara Radius Prawiro, Kompleks Bank Indonesia, Rabu (11/9/2019).

OJK, kata Slamet Edy, fokus pada sektor-sektor baru yang bisa menciptakan rantai nilai keuangan (value chain finance) seperti misalnya pengembangan di sektor pariwisata. Sektor ini dinilai akan menciptakan sendi ekonomi baru di daerah dan memiliki efek pengganda bagi UMKM, pengusaha hotel, hingga menggerakkan sektor pertanian di daerah.

Dengan demikian, kala sentimen resesi ekonomi global mencuat, Indonesia tidak akan terkenda dampaknya karena ditopang dari sisi domestic demand.

"Ekosistem bisnis ini bisa dihitung, berapa kira-kira pertumbuhan ekonominya di sektor ini, jumlah penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan kredit yang bisa disalurkan. Peluangnya masih besar," kata Slamet menambahkan.

Saat ini, OJK juga melangsungkan roadshow ke beberapa daerah seperti di kawasan wisata Borobudur dan Danau Toba untuk menciptakan sektor ekonomi baru yang pada akhirnya akan menciptakan permintaan baru pada sektor-sektor yang berpotensi mengakses kredit perbankan. Dengan demikian, kredit bank akan kembali terakselerasi. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading